Kebakaran Hutan TNBTS, PCNU Lumajang Turunkan Personil LPBI dan Balakar NU

oleh -dibaca 1147 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Senduro. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang menerjunkan sejumlah personil dari Lembags Pensnggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) dan Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (Balakar) GPLumajang, Jumat (01/09/2023) untuk membantu kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di TNBTS kian meluas,  data terbaru titik api sudah mencapai Blok Jantur di Resort PTN Wilayah Ranupani dan Blok P30 di Resort PTN Wilayah Tengger Lautan Pasir.

“Sebagai bagian dari organisasi sosial keagamaan, kami terdorong untuk membantu petugas melakukan pemadaman, apalagi kawasan TNBTS ini sebagian wilayahnya masuk Kabupaten Lumajang,” ungkap Ketua LPBI PCNU Lumajang, H. Ali Su’ud saat dikonfirmasi nu-lumajang.or.id.

BACA JUGA:   Kisah Pasutri di Kaki Gunung Semeru, Mengajar Ngaji Meskipun Banyak Keterbatasan

Kondisi musim kemarau panjang dan medan yang curam membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman di dua titik api tersebut, pihaknya hanya melakukan pemantauan agar api tidak menjalar ke kawasan yang berbatasan dengan lahan pertanian warga.

“Kami (tim gabungan) tadi hanya melakukan pemadaman sekitar 30 menit, sebelum akhirnya pasukan ditarik mundur karena kondisi api sangat besar dan membahayakan petugas jika dipaksa mendekat pada titik api,” tambahnya.

Selain menghanguskan kawasan hutan dan lahan di TNBTS, akibat kebakaran ini kawasan wisata B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro ditutup untuk sementara waktu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, pihak Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sampai saat ini masih fokus melakukan upaya pemadaman dan penyekatan pada titik api. Sementara jumlah luasan kawasan yang terbakar masih diidentifikasi.

BACA JUGA:   KBIHU Arofah NU Lumajang Imbau Jemaah Haji Tidak Bawa Rice Cooker dan Pemanas Air

“Luasannya belum, nanti setelah teratasi semua baru akan kami analisis dan hitung total,” jawab Kabag TU Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani melalui pesan singkat Whatsapp.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS ini terjadi sejak selasa malam, yang diketahui titik awal munculnya api berada di Blok Bantengan atau area perbatasan antara Resort PTN Wilayah Coban Trisula Malang dengan Resort PTN Wilayah Ranupani Lumajang.