12 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

oleh -dibaca 4587 orang

Mulai Senin, 8 Juli 2024 ini umat Islam telah memasuki tahun baru yaitu 1446 Hijriah atas dasar istikmal, sebagaimana Surat Pengumuman Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 046/LF-PBNU/VII/2024 tentang Awal Bulan Muharram 1446 H.

Umat Islam dapat melakukan amalan-amalan pada bulan Muharram atau tahun baru ini untuk menambah pahalanya. Serta terdapat dzikir untuk mengingat Allah, dan meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Seperti yang kita ketahui, keutamaan Muharram tidak perlu diragukan lagi. Namun, keutamaan itu harus diisi dengan berbagai amalan-amalan yang berbobot, sehingga momen tersebut benar-benar bernilai secara individual maupun sosial.

Para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram, yaitu:

1. Melakukan shalat,

2. Berpuasa,

3. Menyambung silaturrahmi,

4. Bersedekah,

5. Mandi,

6. Memakai celak mata,

7. Berziarah kepada ulama,

8. Menjenguk orang sakit,

9. Menambah nafkah keluarga,

10. Memotong kuku,

11. Mengusap kepala anak yatim, dan

12. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur mengawetkannya dalam bentuk nadham untuk mempermudah dalam mengingatnya.

BACA JUGA:   Benarkah Tradisi Mayoran Bagian dari Tirakat Santri? Berikut Penjelasannya

فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ # بِهَا اثْنَتَانِ وَلَهَا فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالِمًا عُدْ وَاكْتَحِلْ # رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى الْعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا # وَسُوْرَةَ الْاِخْلَاصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: “Ada sepuluh amalan di hari Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturrahmi, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit, dan memakai celak mata, usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca Surat Al-Ikhlas 1000 kali.”

Amalan-amalan ini hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram, mengingat keutamaannya yang terdapat di dalamnya.

Banyak umat-umat terdahulu yang diterima taubatnya pada hari Asyura. Maka dari itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar pada hari Asyura dan bulan Muharram.

Di antaranya seperti yang dianjurkan oleh Imam Al-Ajhuri, beliau mengatakan: Barang siapa yang membaca pada hari Asyura:

 

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

BACA JUGA:   Kiai Kholil Yasin Kisahkan Sedekahnya Rasulullah untuk Istrinya yang Telah Wafat

Artinya: Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung dan penolong.

Sebanyak 70 kali, niscaya Allah akan menjaganya dari keburukan tahun tersebut. Rasulullah SAW sendiri yang dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah swt tak kurang dari 70 kali beliau meminta ampun kepada Allah setiap harinya, seperti yang diriwayatkan Imam al-Bukhari.

Tentu tidaklah pantas, kita sebagai umatnya yang bergelimang dosa tidak meminta ampunan kepada Allah SWT setiap hari. Berikut beberapa dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyura dan bulan Muharram:

 

لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ×١٠٠

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×١٠٠

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ ×١٠٠

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ ×١٠٠

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ×٤٥٠

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ×٧٠

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ ×١٠٠٠

Amalan sunnah yang paling utama di bulan Muharram ialah puasa. Kesunnahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadits riwayat Abu Hurairah:

BACA JUGA:   Sekda Lumajang: Raih Profesionalisme dengan Meneladani Sifat Rasulullah

 جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya: “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,’” (HR Ibnu Majah).

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut:

 أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram.”

Memperbanyak puasa di bulan Muharram disunnahkan karena ia merupakan pembuka tahun baru. Seyogianya tahun baru dihiasi dengan amal saleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama. Tentu harapannya, di bulan selanjutnya, menjalankan ibadah puasa sunnah ini tetap dilakukan dan tidak berhenti sampai akhir bulan Muharram.

Demikianlah amalan dan dzikir yang dianjurkan dilakukan pada bulan Muharram. Semoga kita senantiasa diberikan taufik oleh Allah SWT untuk beribadah pada bulan Muharram ini. Wallâhu a’lam bisshawab