Singgung Tradisi Neloni, Kepala SMKN Klakah Jelaskan Soal Tirakat Orang Tua untuk Anak

oleh -dibaca 437 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Klakah, Suyono, S.Pd., M.Kom. menjelaskan bahwa orang tua harus melakukan tirakat untuk anaknya saat masa neloni hingga akhir hayatnya.

Hal itu ia jelaskan saat ‘Ngaji Selosoan’ di Studio Media Center an-Nahdlah (MCN) Gedung PCNU Jalan Alun-alun Timur 03 Lumajang, Senin (05/02/2024).

“Tirakat orang tua itu bisa meliputi baca Al-Qur’an, dzikir, sedekah dan lain-lainnya, lalu seorang anak tirakat untuk dirinya sendiri saat mulai menginjak dewasa agar selamat dan sukses,” jelasnya.

Dalam acara yang bertajuk ‘Dibalik Anak Sukses Terdapat Orang Tua Ahli Tirakat’ ini, dirinya melanjutkan bahwa pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratus Syekh KH M Hasyim Asy’ari bertirakat saat merumuskan Pancasila.

BACA JUGA:   Kiai Fanandri Ulas Pentingnya Jadi Orang Berilmu yang Bermanfaat

“Nah, sekelas Mbah Hasyim saja masih bertirakat agar bangsa dan negara ini selamat dan masyarakat tetap bersatu walaupun dengan berbagai perbedaan, apalagi kita,” lanjutnya.

Kemudian ia mengatakan, sebagai tenaga pendidik juga diharuskan tirakat untuk anak didiknya, karena hal itu juga sebagai bentuk usaha agar anak didiknya mencapai kesuksesan dan selamat di dunia bahkan di akhirat.

“Seorang guru itu jangan sampai menyamakan antara pendidikan dirinya dulu dengan pendidikan yang dihadapi sekarang, karena dari masa ke masa itu berbeda sesuai dengan perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib,” tambahnya.

Terakhir ia mengatakan, sebagai guru harus mempunyai pandangan dan hati yang selalu husnudzon (berprasangka baik) kepada Allah SWT karena anak-anak tersebut tidak lepas dari pengawasan-Nya.

BACA JUGA:   Ibu, Pahlawan Sejati yang Jarang Disadari

“Nah, itulah tugas-tugas kita sebagai orang tua ataupun guru untuk melakukan hal-hal baik di dunia ini agar bernilai akhirat dan hasilnya itu dapat kita petik nanti di akhirat,” pungkasnya.