Dampak Tidur Pagi bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai

oleh -dibaca 3827 orang

Tiada agama yang paling sempurna selain Islam, karena di dalamnya mengatur setiap kebaikan serta melarang setiap hal negatif dalam aktivitas kehidupan sehari- hari, termasuk juga mengenai adab tidur.

Selain mencontohkan adab tidur yang baik, Rasulullah juga menginformasikan beberapa hal penting terkait larangan tidur, diantaranya adalah dampak negatif tidur di pagi hari setelah Shalat Subuh.

Dalam Kitab Madârijus Sâlikin jilid 1 halaman 459, Ibnu Qayyim pernah berkomentar mengenai keutamaan waktu di awal hari, serta makruhnya menyia-nyiakan waktu tersebut dengan tidur. Ia mengatakan:

“Tidur pada jam antara Shalat Subuh dan terbitnya matahari sangat tak dianjurkan (makruh) bagi orang-orang shalih, karena pagi hari adalah waktu yang sangat berharga.”

“Ada kebiasaan menarik dari para shalihin terkait pemanfaatan waktu pagi hari tersebut. Bahkan dalam kondisi kelelahan sekalipun, lantaran aktivitas yang dilembur semalam suntuk, mereka tak akan istirahat hingga matahari mulai terbit.”

BACA JUGA:   Hukum dan Dalil Mahalul Qiyam saat Peringatan Maulid

“Pagi hari adalah kunci. Tepat pada durasi itu rizki Allah diturunkan, lalu dibagi-bagikan. Saat pagi biasanya turun banyak keberkahan. Darinya hitungan hari dimulai, kemudian terus bergulir melindas semua rekam peristiwa yang terjadi di hari itu yang mungkin saja sangat mahal harganya, hingga tak kembali lagi. Maka tidur di saat pagi adalah kebiasaan orang-orang yang merasa terpaksa.”

Bukan hanya ulama salaf yang mendengungkan hikmah tidak baik tidur di pagi hari, ternyata pakar kesehatan juga senada dalam hal itu. Para pakar kesehatan telah melakukan penelitian, kemudian merumuskan beberapa dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang sangat mungkin disebabkan kebiasaan tidur pagi.

Berikut Beberapa Hasil Observasi Para Ahli Kesehatan yang Sudah Teruji Klinis

Tubuh Menjadi Lemah dan Mudah Lelah

Terlalu sering tidur pagi akan membuat otot-otot jadi kaku, rangka tulang di persendian terasa nyeri, tubuh seperti baru saja menerima beban pukulan berat. Hal ini yang kemudian memicu tubuh menjadi lemah dan mudah lesu.

BACA JUGA:   Inilah Empat Keutamaan Bulan Dzulqa'dah

Bahkan, ketika berdiri melakukan gerakan-gerakan kecil tubuh terasa cepat lelah. Kondisi tubuh selalu ingin kembali ke tempat pembaringan, karena ia membutuhkan waktu lama untuk memulai kembali sistem organ yang tidak dapat berfungsi normal.

Kepala Terasa Berat dan Pusing

Selain tubuh terasa lemah dan mudah capek, tidur pagi bisa membuat kepala terasa berat dan sering pusing. Biasanya kepala terasa berat dan pusing lantaran tidak normalnya peredaran darah dan fungsi jantung yang semakin menurun, sehingga daya pompa darah ke seluruh organ tubuh minim bahkan sampai ke otak.

Meningkatkan Masalah Metabolisme

Tidur pagi bisa menyebabkan tubuh tidak bisa berfungsi sesuai ritmenya, sehingga akan meningkatan metabolisme dalam tubuh yang tak seimbang kemudian dapat menyebabkan bobot badan meningkat secara tidak normal. Proses metabolisme yang tidak seimbang akan sangat menggagu normalisasi perkembangan tubuh. Metabolisme berlebih juga bisa mengakibatkan terjangkitnya penyakit diabetes.

BACA JUGA:   Benarkah Tradisi Mayoran Bagian dari Tirakat Santri? Berikut Penjelasannya

Kehilangan Banyak Waktu Produktif

Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena saat itu pikiran masih segar. Jika tidur terlalu lama maka akan berakibat hilangnya banyak waktu produktif dalam sehari.

Pagi hari merupakan awal yang baik untuk memulai hidup sehat dengan melakukan aktivitas positif, seperti berolahraga atau sarapan bergizi. Bukan malah digunakan untuk tidur. Selain itu, sinar matahari di pagi hari yang mengandung Vitamin D tentu sangat baik untuk meningkatkan keremajaan tulang.

Nah, demikian dampak negatif jika sering tidur pagi. Maka dari itu, jika ingin memulai gaya hidup sehat harusnya diawali dengan kegiatan positif di pagi hari. Hindari tidur pagi meski mata masih terasa berat dan lengket dibuka. Semoga bermanfaat.