Umur Panjang Barokah Silaturrahmi

oleh -dibaca 2007 orang
Ilustrasi (Pinterest)

Setiap orang tentu sangat menginginkan umurnya panjang dan barokah.

Persoalannya, bagaimana cara menambah umur tersebut?

Kuncinya adalah memperkuat silaturahim. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka rezekinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan, hendaklah ia menyambung kerabatnya (silaturahim).” (HR Bukhari).

Hal itu memang terbukti sebagaimana yang disinyalir Imam Sya’rani dalam Minanul-Kubro, Muallif Al Imam Ahmad bin Ali Asy Sya’rani, Cetakan Darul Kutub Al Ilmiyah Halaman 34, bahwasannya terdapat sahabat Rasulullah dipanjangkan umurnya setelah bersilaturrahmi.

Dikisahkan, bahwasanya salah satu mukjizat yang pernah dianugerahi kepada Rasulullah adalah mengetahui sisa umur salah satu sahabatnya.

BACA JUGA:   Kiai Musleh Adnan: Mati itu Pasti tanpa Menunggu Sebab

Rasulullah diberitahu bahwa umur shahabat itu tinggal 15 hari lagi, namun hal itu tidak diberitahukan oleh beliau.

Suatu ketika Rasulullah mengajaknya untuk silaturahmi, sahabat itu menurut saja, ikut beliau berkunjung ke rumah-rumah sahabat lain.

Keduanya berkeliling, keluar masuk rumah, memohon maaf serta meminta doa.

Selang 15 hari kemudian, ternyata Malaikat Izrail tidak datang.

Justru Malaikat Jibril yang turun, memberitahu Rasulullah bahwa sahabat tersebut tak jadi dicabut nyawanya.

“Sebab engkau mengajaknya bersilaturahmi, maka umur shahabatmu itu dipanjangkan sampai 30 tahun lagi.”