40 Tahun Menabung, Penjual Tahu Keliling Naik Haji

oleh -dibaca 887 orang
Kasan dan Susiana, penjual tahu keliling yang akan naik haji tahun 2023 ini (Foto: Rokhmad, nu-lumajang.or.id)

NU-LUMAJANG.OR.ID, Kunir. Gigih menabung selama 40 tahun, pasangan suami istri yang bekerja sebagai penjual tahu keliling akhirnya bisa menunaikan ibadah haji tahun 2023.

Mereka adalah Kasan (53) dan Susiana (49) Warga Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Lumajang.

Kepada tim Redaksi nu-lumajang.or.id (3/6/23), Kasan menceritakan kisah yang ia mulai sejak tahun 1983.

Meski saat itu belum menikah, keinginan Kasan berangkat ke tanah suci telah terbesit di benaknya hingga mendorong Kasan untuk menabung.

Rupiah demi rupiah disisihkan Kasan dari hasil penjualan tahunya dalam sebuah kaleng yang ia tanam di lantai rumahnya.

Kurang dari satu tahun, Kasan pun memutuskan untuk membuka tabungan pertamanya yang berisi uang tunai sebesar Rp. 80.000.

“Tabungan awal saya dari tahun 83 itu terkumpul 80 ribu mas, kemudian saya belikan sapi,” cerita Kasan.

Dari uang tabungan pertama itulah, kemudian Kasan kembangkan dengan membeli hewan ternak sapi yang kemudian berkembang menjadi 4 ekor.

BACA JUGA:   Lestarikan Seni Budaya, Masjid Agung Lumajang Gelar Festival Musik Patrol

Menabung setelah menikah

Pada tahun 1997, Kasan akhirnya menemui sang tambatan hati, Susiana (49).

Setelah resmi menikah, Kasan tetap istiqomah menyisihkan uangnya dari hasil menjual tahu.

Namun uniknya, sang istri baru mengetahui usaha gigih Kasan pada tahun 2010, setelah uang tabungan kasan terkumpul sekitar 11 juta rupiah.

“Saya baru diberitahu saat akan mendaftar haji mas, kalau tidak salah tahun 2010,” jawab Susiana.

Tepatnya pada tahun 2011, kasan bersama sang istri pun resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) di Kantor Kementerian Agama Lumajang.

Sejak saat itulah, Kasan dan Susiana kompak menyisihkan uang mereka untuk melunasi kekurangan biaya haji.

Tepatnya pada tahun 2023 pasutri ini berhasil melunasi hingga mendapatkan panggilan untuk berangkat ke baitullah.

Amalan dzikir Kasan dan Susiana

Selain usaha dhohir yang dilakukan Kasan, ternyata ada amalan dzikir khusus yang ia baca setiap harinya.

BACA JUGA:   Meriah, Upacara HAB Kemenag ke-77 di Lumajang Dihadiri Ribuan Peserta Pakai Baju Adat

“Kalau amalan khusus ya hanya istighfar dan sholawat saja,” ungkap Kasan dan Susiana dengan kompak.

Siapa sangka, kebiasaan pasutri penjual tahu keliling yang membaca istighfar dan sholawat hingga mendatangkan hikmah yang tidak terduga sebelumnya.

“Ya kaget saja mas, karena secara ekonomi dan sanad keluarga saya dan suami hanya orang biasa,” tambah Susiana.

Istighfar dan sholawat merupakan salah satu amalan dzikir dalam Islam yang memiliki banyak karomah, bahkan anjuran membaca istighfar tertuang dalam Al-Qur’an di Surat Nuh ayat 10 – 12 sebagai berikut:

(10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

(11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

(12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

BACA JUGA:   Sapi Warga Sumbersuko Lumajang Terpilih Menjadi Hewan Kurban Presiden Jokowi

Katib PCNU Lumajang, KH. Labibul Wildan menceritakan kisah tiga orang yang sowan ke Syaichona Holil di Bangkalan, Madura.

Ketika itu, ketiga orang berkeluh kesah dan meminta amalan karena musim kering, tidak memiliki keturunan dan rejeki sulit.

“Syaichona pun menjawab dengan santai bacalah istighfar niscaya Allah akan mengabulkan soal kekeringan, anak hingga urusan rejeki,” cerita Gus Wildan saat dikonfirmasi nu-lumajang.or.id

Sementara amalan membaca sholawat juga sangat dianjurkan dalam Islam, sebab barang siapa yang sering membaca sholawat atas Nabi Muhammas SAW keberkahan akan menyertai ummatnya.

“Begitu pula dengan sholawat, tentu banyak hamba Allah yang dikabulkan hajatnya jika membaca sholawat nabi,” tambah Pengasuh PP. Darun Najah Lumajang.

Sebagaimana diketahui, untuk musim haji tahun 2023 ini, CJH yang diberangkatkan dari Kementerian Agama Kabupaten Lumajang berjumlah 790 dan dibagi menjadi dua kloter.

Rencananya, pemberangkatan haji akan dilaksanakan pada 10 Juni 2023 mendatang.