Rumah Terendam, Kisah Banser Candipuro Selamatkan Diri dari Terjangan Lahar Dingin

oleh -dibaca 1917 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Candipuro. Tidak ada yang tahu bagaimana dan kapan bencana terjadi, begitu juga dengan apa yang dialami Robi, salah satu personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Desa Kloposawit Kecamatan Candipuro Lumajang yang berhasil menyelamatkan diri beserta keluarganya dari terjangan lahar dingin Semeru yang terjadi usai Shalat Jum’at (07/07/2023).

Robi bercerita, pada saat itu sejak malam wilayah Kecamatan Candipuro memang diguyur hujan, usai shalat Jum’at dirinya melihat sungai aliran lahar yang sebenarnya cukup jauh dari rumahnya memang terlihat deras, semakin lama seiring hujan yang tak berhenti air sungai semakin besar dan mulai meluap ke rumahnya.

“Teman-teman Banser mulai berdatangan, dan langsung mambantu evakuasi keluarga saya dan penduduk sekitar karena sekitar rumah sudah kayak lautan,” jelasnya kepada nu-lumajang.or.id, Selasa (1107/2023).

BACA JUGA:   Aturan Kemenag Soal Penggunaan Speaker Saat Ramadhan, Begini Tanggapan Gus Nauval

Dirinya mengaku, baru kali ini mengalami musibah banjir seperti ini, sungai aliran lahar tersebut menurutnya sangat dalam dan agak jauh dari kediamannya tidak pernah meluap.

Bahkan, anak sungai dan jembatan di depan rumahnya kini tertutup pasir lahar sehingga nampak seperti halaman, namun ia masih bersyukur, rumah yang biasa ia tempati hanya tertutup pasir sedalam satu setengah meter dari pada rumah tetangganya yang jauh lebih parah.

“Saya dan ada beberapa tetangga kini mengungsi di rumah saudara, ya harta benda ikut terendam juga mas di rumah, tapi ini Alhamdulillah ayam-ayam saya masih selamat,” lanjutnya sembari menunjuk ayam yang main disekitar rumahnya yang tertimbun pasir.

BACA JUGA:   PCNU Lumajang Tanggapi Surat PWNU Jatim tentang Kedudukan BMTNU Jatim

Dermawan Setiabudi, koordinator NU Peduli Lumajang yang melihat langsung kondisi rumah tersebut menegaskan, hal ini akan ditindaklanjuti segera, timnya akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk pasir dari rumahnya dan membuat tanggul belakang rumahnya untuk antisipasi jika nanti ada banjir.

“Kita sudah lihat, apakah alat berat bisa masuk disini, dan Alhamdulillah bisa, hari ini juga kita jadwalkan alat berat,” pungkasnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/07/2023).

Pada kesempatan tersebut, NU Peduli Lumajang juga memberikan bantuan sembako untuk Basri.