Kiai Fauzen: Begini Cara Sikapi Kontroversi Nasab Habaib

oleh -dibaca 1757 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Klakah. Akhir-akhir ini berseliweran di media sosial mengenai bersambung atau tidaknya nasab (keturunan) Ba Alawi (Habaib) kepada Rasulullah SAW yang hal itu menyebabkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Menyikapi hal itu, Pengasuh Pondok Pesantren Babus Salam Desa Sumberwringin, Kiai Ahmad Fauzen Zaini menghimbau kepada santri maupun alumni untuk tidak menanggapi hal-hal tersebut.

“Sekarang banyak konten-konten yang menyudutkan para Habaib, jadi jangan ikut-ikutan. Ikutilah pendiri pesantren ini KH Ahmad Zaini Adnan, beliau sangat menghormati para Habaib,” tegasnya pada acara Reuni Akbar II Himpunan Santri Alumni PP Babus Salam (HISAB), Senin (22/04/2024).

Kemudian pada acara yang bertempat di Ponpes Babus Salam itu, Kiai Fauzen juga menegaskan bahwasanya lebih baik salah hormat daripada hormat salah.

BACA JUGA:   Persiapan Puncak Haji, Inilah Arahan bagi Jemaah Haji Lumajang

“Salah hormat itu misalnya kita ditipu oleh orang dengan mengaku-ngaku sebagai keturunan Nabi SAW yang sebenarnya bukan, maka penghormatan kita terhadapnya tetap ada nilainya di sisi Allah, sebab suatu apapun tergantung pada niatnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hormat salah itu posisinya sangat buruk seperti menghormati kesalahan. Misal tetap mati-matian untuk membela (membenarkan) seseorang yang jelas-jelas melakukan kesalahan.

“Bagaimanapun kepribadiannya, para ulama tetap menghormati para Habaib. Jadi kita sebagai santrinya tidak usah berkoar-koar di medsos karena itu tidak ada gunanya,” pungkas Kiai Fauzen yang juga menjabat sebagai Rais Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sumberwringin itu.