Inilah Dua Keutamaan bagi Orang yang Berbagi Takjil Buka Puasa

oleh -dibaca 417 orang

Dalam bulan Ramadhan, ada sebuah kesunnahan di dalamnya yakni menyegerakan berbuka puasa. Hal ini dijelaskan dalam sebuah Hadits Qudsi:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال الله عز وجل: أحب عبادي إلي، أعجلهم فطرا. (رواه الترمذي، وأحمد، وابن خزيمة، وابن حبان).

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT berfirman: Aku lebih mencintai hamba-Ku yang cepat-cepat untuk berbuka puasa.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Sebelum berbuka puasa, umat Muslim di Indonesia memanfaatkan bulan puasa ini dengan berbagai hal yang positif, salah satunya ialah berbagi takjil. Takjil merupakan istilah penyediaan hidangan siap saji untuk orang yang berbuka puasa.

BACA JUGA:   Kiai Qusyairi: Lakukan 4 Hal Ini untuk Mendapat Kebahagiaan

Sebelum dilanjutkan, perlu diketahui bahwa dalam ilmu sharaf, kata takjil ini berasal dari kata ‘ajjala (عَجَّلَ) dalam bentuk mashdar ghairu mim menjadi ta’jilan (تَعْجِيْلًا) yang berarti menyegerakan.

Berbagi takjil merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan, sehingga orang-orang yang membagikan takjil ini akan memperoleh dua keutamaan, yaitu:

1. Mendapatkan pahala seperti orang yang ia beri takjil

ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺧﺎﻟﺪ اﻟﺠﻬﻨﻲ رضي الله عنه ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻣﻦ ﻓﻄﺮ ﺻﺎﺋﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﺟﺮه، ﻏﻴﺮ ﺃنه لا ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃجر الصائم ﺷﻴﺌﺎ. (رواه الترمذي، وابن ماجه، وابن حبان).

Artinya: “Dari Zaid bin Khalid al-Juhani RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa memberi makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka ia mendapat seperti pahala orang-orang yang puasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

BACA JUGA:   Benarkah Tradisi Mayoran Bagian dari Tirakat Santri? Berikut Penjelasannya

2. Didoakan malaikat

عن أنس رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر عند قوم دعا لهم، فقال: أﻓﻄﺮ ﻋﻨﺪﻛﻢ اﻟﺼﺎﺋﻤﻮﻥ، ﻭﺃﻛﻞ ﻃﻌﺎﻣﻜﻢ اﻷﺑﺮاﺭ، ﻭﺻﻠﺖ ﻋﻠﻴﻜﻢ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ. (رواه ابن السني، وأحمد، والبيهقي).

Artinya: “Dari Anas RA berkata: Ketika Nabi SAW berbuka dengan suatu kaum, Nabi SAW mendoakan mereka, kemudian bersabda: Orang-orang berpuasa telah berbuka di rumahmu, makanan kalian dikonsumsi oleh orang-orang baik, dan malaikat mendoakan Rahmat bagimu.” (HR Ibnu as-Sunni, Ahmad dan al-Baihaqi).

Kesimpulannya, orang yang mau menyisihkan sedikit hartanya untuk memberi takjil kepada orang yang berbuka puasa, maka ia akan mendapatkan dua keutamaan atau kebaikan darinya.

BACA JUGA:   Habib Syech Jelaskan Pentingnya Menjadi Masyarakat yang Beradab

Wallâhu a’lam bisshawab