Potret Daviq Zain, Penyuluh Agama Islam Yosowilangun Berhasil Kurangi Stunting dengan Program Jempol

oleh -dibaca 647 orang
Potret Daviq Zain, Penyuluh Agama Islam Yosowilangun Berhasil Kurangi Stunting dengan Program Jempol
Daviq, saat melakukan giatnya bersama ibu-ibu dan Lansia

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Ahmad Daviq Zain, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang ini akan menjadi wakil Jawa Timur dalam ajang PAI Award Nasional 2023 yang bakal digelar Senin (07/08/2023) hingga Kamis (10/08/2023) mendatang di Jakarta.

Keberhasilan pemuda yang baru berusia 28 tahun ini berkat perannya mengurangi stunting dengan program Jaringan Edukasi Moderasi Beragama dan Pendidikan Orang Lintas Usia atau disebut Jempol yang digagasnya sejak 2021 lalu.

Program ini, selain menguatkan nilai-nilai moderasi beragama juga menyasar kepada ibu-ibu terutama yang Lanjut Usia (Lansia) dalam mensosialisasikan bahaya dan pencegahan terhadap stunting yang grafiknya terus naik di Lumajang terutama di Kecamatan Yosowilangun.

BACA JUGA:   Menyongsong 1 Abad NU, Gedung NU Center MWCNU Senduro Akhirnya Diresmikan

Daviq mengatakan, dorongan tercetusnya program Jempol salah satunya adalah hal itu. Stunting atau masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak menurutnya menjadi masalah krusial yang harus dicari solusinya.

“Jadi kita langsung ke akarnya, yaitu para ibu-ibu sehingga sadar dan menyadarkan anak-anaknya bahaya stunting dan cara pencegahannya seperti tidak nikah muda dan lain sebagainya,” ungkapnya saat dikonfirmasi nu-lumajang.or.id, Jum’at (04/08/2023).

Demi memantapkan program yang ia gagas, dirinya menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Lumajang yang mempunyai program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

“Itu memudahkan kita untuk menjaring ibu-ibu dan Lansia, stunting ini bervariatif jadi penyelesaiannya pun harus berjejaring, maka kita keliling kadang melakukan kegiatan di balai desa, balai dusun, mushala hingga ke lembaga sekolah,” imbuh pria yang juga Sekretaris Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang ini.

BACA JUGA:   Aturan Kemenag Soal Penggunaan Speaker Saat Ramadhan, Begini Tanggapan Gus Nauval

Sosialisasi yang Daviq lakukan cukup efektif. Daviq mengaku, penyuluhan yang ia lakukan tidak hanya sekedar sosialisasi, namun dirinya membuka majelis kajian ilmu agama dan belajar membaca Al-Qur’an yang diperuntukkan bagi ibu-ibu terutama Lansia.

“Ibu-ibu senang dengan adanya hal itu dan tanpa terasa bisa diterima dengan baik. Alhamdulillah tahun 2021 ada 165 kasus stunting di tahun 2023 turun menjadi 42 kasus, semoga kedepan bisa trus istiqomah dan terus berinovasi,” pungkasnya.