Wisuda Metode Tartila SMPN 04 Lumajang, Peserta Semakin Berkembang Signifikan

oleh -dibaca 2537 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 04 Lumajang yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama’ (JQHNU) Lumajang menggelar Wisuda Al-Qur’an metode Tartila di Gedung Soedjono, Ditotrunan Lumajang pada Kamis, (30/05/2024).

Wisuda Al-Qur’an dengan metode cepat membaca Al Qur’an yang ada di bawah Lembaga Pengembangan, Pendidikan, Pembinaan dan Pembelajaran al-Qur an (LP4Q) JQHNU ini setiap tahun diadakan dan semakin berkembang secara signifikan.

“Dulu pertama kali wisuda masih ada 10, akan tetapi hari ini Alhamdulillah sudah 89 siswa yang diwisuda, ini semua atas motivasi dan inspirasi Gus Darwis untuk selalu membawa Al-Qur’an ketika saya memimpin,” ungkap Kepala SMPN 04 Lumajang, Mamik Setiawati

BACA JUGA:   Penutupan Kegiatan Ramadhan, JQHNU Lumajang Gelar Tasyakuran

Disisi lain Ketua LP4Q Tartila PC JQHNU, Widhi Susanto menyampaikan bahwa wisuda tahun ini ada 2 kategori yaitu wisuda Tartilul Qur’an dan Tahfidhul Qur’an 7 juz meliputi juz 1, 2, 3, 4, 28, 29 dan juz 30.

“Para wisuda ini awalnya berjumlah 155 calon wisuda, karena gugur di beberapa tahapan seperti munaqasyah akhirnya menjadi 89 calon wisuda,” jelas Widhi

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang, Gus Darwis dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa jarang sekali Sekolah Negeri tingkat SMP bisa membaca dan hafal Al-Qur’an, menurutnya ini sangat luar biasa.

“Alhamdulillah kalian adalah anak-anak pilihan Allah sehingga kalian bisa wisuda Al-Qur’an, sebagaimana Sabda Rasulullah, barang siapa yang bisa membaca, menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat,” terang Gus Darwis kepada para wisudawan.

BACA JUGA:   Ikuti Program Pengiriman Dai, Dua Qari Lumajang Berangkat ke Maluku Utara

Gus Darwis mengku kagum ada sekolah negeri tapi seperti pesantren, ini akan menjadi daya saing bagi pesantren, karena sekolah negeri sudah bisa mencetak hafidz hafidzah, yang sesuai dengan jargonnya yaitu sekolah sak ngajine.

“SMPN 04 Lumajang ini sudah tepat bekerja sama dengan dengan Tartila JQHNU yang berada dibawah naungan NU, karena Tartila ini sudah memiliki sanad yang jelas sampai ke Rasulullah SAW dan ini sangat nyata keberadaan sanadnya,” imbuhnya.

Menurut Gus Darwis, di era digital ini harus berhati-hati dalam memilih guru Al-Qur’an, karena ilmu Al-Qur’an tidak bisa semerta-nerta didapat dari Youtobe dan Google.

“Kalau ilmu yang lain silahkan, akan tetapi kalau agama harus lewat guru yang bersanad ke Rasulullah, maka dari itu Allah mengutus Nabi untuk menyebarkan agama bukan dari yang lain,” pungkasnya.