Sejarah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

oleh -dibaca 507 orang

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, banyak keistimewaan dan pahala dilipatgandakan pada bulan tersebut.

Pada hari-hari itu juga terdapat sejarah di dalamnya. Secara historis, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa dalam rentangan sejarahnya 10 hari pertama Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya.

Tanggal 1 Dzulhijjah

Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkannya Nabi Adam AS oleh Allah SWT setelah beberapa lama beliau meminta pengampunan atas kesalahannya memakan buah larangan di surga. Oleh karena itu Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam AS.”

BACA JUGA:   Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Tanggal 2 Dzulhijjah

Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus AS dari ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah SWT. Pada hari inilah Nabi Yunus AS dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun. Oleh karena itulah Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat.”

Tanggal 3 Dzulhijjah

Hari ketiga Dzulhijjah adalah hari dikabulkannya doa Nabi Zakariya AS. untuk kemudian dianugerahi seorang anak bernama Yahya.

Tanggal 4 Dzulhijjah

Hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa AS.

Tanggal 5 Dzulhijjah

Hari kelima Dzulhijjah adalah hari kelahiran Musa AS.

BACA JUGA:   Gus Masyhuri: Inilah Inti dari Tradisi Halal Bihalal

Tanggal 6 Dzulhijjah

Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid.

Tanggal 7 Dzulhijjah

Hari ketujuh bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahanam. Oleh karena itu Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa berpuasa di hari ketujuh bulan Dzulhijjah akan ditutup 30 kesulitan dalam hidupnya dan dibuka 30 pintu kemudahan baginya.”

Tanggal 8 Dzulhijjah

Hari kedelapan yang disebut dengan hari Tarwiyah, yaitu Nabi Ibrahim AS berpikir merenung tentang kebenaran mimpi perintah penyembelihan. Adapun fadhilah (keutamaan) yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari itu maka baginya pahala yang sangat besar, hanya Allah SWT yang tahu pasti akan besarnya pahala itu.

BACA JUGA:   Bagaimana Cara Mencetak Anak Shalihah? Begini Ungkap Ketua PC Muslimat NU

Tanggal 9 Dzulhijjah

Hari kesembilan disebut dengan hari Arafah, yaitu hari yakin tentang perintah penyembelihan. Barang siapa puasa pada Tanggal 9 akan dihapus dosa satu tahun yg sudah lewat dan satu tahun yang akan datang.

Tanggal 10 Dzulhijjah

Hari kesepuluh disebut dengan hari Nahr, yaitu hari diputuskan untuk dilakukan penyembelihan sebagaimana diperintahkan dan hari itu adalah Hari Raya Idul Adha yang diharamkan kepada siapapun berpuasa waktu itu.