Doa Ketika Bencana Alam Datang Menguji Hati

oleh -dibaca 2537 orang

Sudah menjadi Sunnatullah, bahwa musibah atau anugerah selalu hadir menemani dinamika kehidupan manusia.

Lazimnya musibah selalu diidentikkan dengan segala hal yang buruk, sedangkan anugrah sebaliknya, yakni selalu diidentikkan dengan segala hal yang menguntungkan.

Kebanyakan orang sepakat bahwa bencana alam merupakan musibah, padalah sejatinya predikat tersebut bukan terletak pada jenis peristiwa yang terjadi atau sesuatu yang kita alami melainkan bentuk kita saat merespon bencana atau peristiwa tersebut.

Dengan kata lain, bencana alam yang menimpa kita bisa jadi merupakan bentuk teguran atau ujian dari Allah bagi hamba-hambanya yang beriman, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Baqarah Ayat 155 berbunyi, “Dan sungguh akan Kami uji (iman) kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

BACA JUGA:   Kontroversi Kesunnahan Puasa Rajab, Berikut Penjelasannya

Dikutip dari nu.or.id, Rasulullah telah mengajarkan saat kita tertimpa musibah agar membaca doa berikut ini:

 إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

BACA JUGA:   Silaturrahim dengan Keluaraga Terputus, Apa Penyebabnya?

Dari redaksi doa di atas memberi pesan tentang hakikat kepemilikan yang seluruhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati. Juga tentang ajaran bahwa segenap musibah tak ada yang sia-sia, bahkan bisa berpahala, bila si penerima musibah mampu menyikapinya secara tepat. Doa tersebut juga mengandung optimisme, ditandai dengan harapan kepada Allah akan karunia pengganti yang lebih baik.