Dasar Anjuran dan Lafal Takbiran Idul Fitri, Berikut Teks Arab dan Artinya

oleh -dibaca 437 orang

Sebentar lagi Idul Fitri 1445 Hijriah akan tiba, hanya menunggu hasil sidang isbat pemerintah, pilihannya antara Rabu (10/04/2024) atau Kamis (11/04/2024).

Terdapat beberapa kesunnahan yang dianjurkan pada momen ini, salah satunya yakni mengumandangkan takbir. Dasar anjurannya sebagaimana firman Allah SWT berikut:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah : 185)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أحْيَا لَيْلَةَ الْعِيْدِ، أَحْيَا اللّٰهُ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ

Artinya: “Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian.”

Dalam mengumandangkan takbir, bentuknya bermacam-macam. Ada yang mengumandangkannya di rumah, di Mushalla, Masjid, atau bahkan terkadang ada yang mengadakan acara takbir keliling.

Anjuran membaca takbir Idul Fitri ini dimulai sejak masuk malam 1 Syawal (malam hari raya) sampai imam shalat Id melakukan Takbiratul Ihram.

Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menjelaskan bahwa takbir dilafalkan sebanyak tiga kali:

صفة التكبير المستحبة الله اكبر الله اكبر الله اكبر هذا هو المشهور من نصوص الشافعي في الام والمختصر وغيرهما وبه قطع الاصحاب

BACA JUGA:   3 Amalan Ini Miliki Pahala Berlipat Ganda di Bulan Safar

Artinya: “Sifat takbir yang dianjurkan, ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.’ Ini (takbir 3 kali) yang masyhur dari nash Imam As-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm, Al-Mukhtashar, dan selain keduanya. Sifat ini yang dipegang ulama ashab.”

Selain tiga takbir di atas, Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdzikir dan bertakbir di bukit Shofa sebagai berikut:

اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ.

Artinya: “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada Tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memporak-porandakan pasukan musuh. Tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Imam an-Nawawi juga menjelaskan lafal takbir yang lazim dibaca masyarakat:

قال صاحب الشامل والذي يقوله الناس لا بأس به أيضا وهو الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد

BACA JUGA:   Gus Abdul Wahid Zaini: Lakukan 3 Hal Ini, Niscaya Akan Rasakan Manisnya Iman

Artinya: “Penulis Kitab As-Syamil mengatakan, lafal takbir yang dibaca masyarakat selama ini tidak masalah, yaitu ‘Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.”

Sebagian ulama mazhab As-Syafi’i menambahkan lafal takbir berdasarkan pandangan Imam As-Syafi’i pada qaul qadim:

اللّٰهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، اللّٰهُ اَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا وَأَبْلَانَا.

Artinya, “Allah maha besar, segala puji yang banyak bagi Allah. Allah maha besar atas hidayah-Nya kepada kita. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan ujian-Nya untuk kita.”

Adapun lafal takbir yang sering dibaca masyarakat saat ini ialah sebagai berikut:

١. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

٢. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

٣. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

BACA JUGA:   Adakah Kitab yang Menerangkan Haul? Begini Penjelasan LBM PCNU

٤. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Artinya:

1. Allah maha besar (3×) Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

2. Allah maha besar (3×) Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

3. Allah maha besar (3×) Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

4. Tiada Tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, memperkuat pasukan-Nya, dan sendiri memporak-porandakan pasukan musuh. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

Wallâhu a’lam bisshawab