Inilah Waktu Pelaksanaan Takbir Idul Adha, Lengkap dengan Lafalnya

oleh -dibaca 487 orang

 

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, Umat Islam di Dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Salah satu amaliah yang dianjurkan ialah dengan mengagungkan kebesaran Allah atau biasa disebut dengan takbiran.

Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi’i dalam Kitab Fathul Qarib al-Mujib menyatakan bahwa takbir saat momemtum hari raya terbagi menjadi dua macam, yaitu Takbir Mursal dan Muqayyad.

Takbir Mursal bisa dilafalkan kapan pun dan di mana pun. Takbir jenis ini dibaca mulai dari terbenamnya malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Sementara, takbir muqayyad memiliki waktu khusus yakni dibaca setelah melaksanakan shalat fardhu dan sunnah. Waktu membacanya adalah setelah shalat shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai setelah ashar hari tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah).

BACA JUGA:   Tidur Sepanjang Hari, Apakah Puasanya Sah?

Dengan kata lain, takbir muqayyad dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah pada setiap selesai shalat fardhu dan sunnah.

Syekh Ibrahim al-Bajuri menjelaskan bahwa takbir pada Hari Raya Idul Adha menyandang dua istilah sekaligus yakni mursal dan muqayyad karena dibaca sejak malam Id hingga hari tasyriq terakhir.

Berikut lafal takbir yang sering dibaca masyarakat:

 

١. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

٢. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

٣. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

BACA JUGA:   Panduan Lengkap Merawat Jenazah, Mulai Memandikan Hingga Menguburkan

٤. اللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Artinya:

1. Allah maha besar (3×) Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

2. Allah maha besar (3×) Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

3. Allah maha besar (3×) Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya.

BACA JUGA:   Inilah Alasan Wajibnya Niat di Malam Hari dalam Puasa Wajib

4. Tiada Tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, memperkuat pasukan-Nya, dan sendiri memporak-porandakan pasukan musuh. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi-Nya. Wallâhu a’lam bisshawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.