Menjelang Satu Abad NU, PBNU Memiliki Tema “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru An-Nahdlah”

oleh -56 views

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Wakil Sekretaris Jendral (Sekjen) Lengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan beberapa pesan dalam acara Konfercab PCNU Lumajang yang bertemoat di Pondok Pesantren Darun Najah Petahunan Sumbersuko Lumajang pada Sabtu (17/12/22).

Wakil Sekjen PBNU KH. Nur Hidayat, M.A. mengingatkan bahwa hari ini adalah hari penghujung satu abad NU, tinggal menghitung mundur kurang 52 hari.

“Jadi usia Nahdlatul Ulama yang didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriyah itu dalam waktu 52 hari lagi dihitung mundur itu akan sampai di penghujung 100 tahun dan kita akan membuka lembaran baru abad ke-2 NU,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada momentum pergantian abad ini PBNU mencanangkan tema besar “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru An-Nahdlah”.

“Kemarin-kemarin sering kali ada salah kaprah menghitung NU lahir di 31 Januari 1926, padahal Anggaran Dasar kita jelas berbunyi NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriyah bertepatan dengan 31 Januari 1926,” paparnya.

BACA JUGA:   Cerita Tim Konsumsi Konfercab NU Lumajang, Setiap Saat Harus Siapkan Kopi untuk Peserta

Wakil Sekjen PBNU menuturkan, dalam kesempatan dan momentum ini PBNU mencanangkan visi besar bahwa NU harus merawat jam’iyyah dan membangun peradaban.

“Izinkan saya bercerita bahwa sejak kami dikukuhkan tanggal 31 Januari di Kalimantan itu hampir tidak ada pengurus harian terutama di jajaran seperti kami ini yang punya hari libur, kami dipacu untuk terus menyiapkan berbagai fondasi dan kerangka fundamental untuk mempersiapkan NU menghadapi tantangan Abad,” terangnya.

Ia menuturkan, mulai Maret hingga menjelang hari raya, kami diperintahkan untuk menyiapkan 12 materi peraturan perkumpulan NU.

“Pada bulan Mei kemarin tidak lama setelah Idul Fitri itu baik Suriah maupun tanfiriyah di dalam perkumpulan itu sama-sama di ajak membaca peraturan perkumpulan agar peraturan perkumpulan ini memang kompatibel untuk kita semua,” paparnya.

Ia melanjutkan, salah satu pertimbangan konferensi cabang juga harus mendapatkan persetujuan PBNU karena jangan sampai pengurus besar hanya jadi tukang stempel, sedangkan konferensi cabangnya dilaksanakan kapan, tidak tahu.

BACA JUGA:   Bupati Lumajang Menilai Progresivitas Nahdaltul Ulama di Lumajang Lebih Cepat

“Pada kesempatan kali ini kami ingin menegaskan bahwa konferensi ini dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan, mulai dari Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan perkumpulan sampai dengan peraturan PBNU ini kita akselerasi agar kemudian pergerakan jam’iyyah ini bisa koheren antara pengurus besar, pengurus wilayah dan pengurus cabang sampai MWC, Ranting dan Anak Ranting,” jelasnya.

KH. Nur Hidayat memaparkan, bahwa mulai PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU dan ranting harus serentak dan serempak. Tidak hanya serentak merayakan 1 Abad NU pada 7 Februari, tapi harus serempak maksudnya pergerakan organisasi harus sama.

“Kami hanya menyampaikan harapan besar bahwa apa yang dicanangkan oleh PBNU itu bisa kemudian diterjemahkan secara implementatif secara teknis di Kabupaten Lumajang,” harapnya.

Wakil Sekjen PBNU juga mentakan bahwa pada tahun 2027 pelaksanaan konferensi wilayah dan konferensi cabang akan dilaksanakan secara serentak, bukan serentak di hari yang sama, tapi serentak di tahun yang sama.

BACA JUGA:   Ketua PCNU Lumajang: Misi NU adalah Menjaga Keberlangsungan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dan Keutuhan NKRI

“Tujuannya agar gerak langkah organisasi ini serentak dan serempak, jadi setelah Muktamar lalu ada konferensi serentak tujuannya dari yang semula permusyawaratan untuk berujung pada permusyawaratan di atasnya ini dibalik oleh Ketua Umum,” ungkapnya.

Ia menyebutkan salah satu parkum itu adalah tentang klasifikasi struktur organisasi dan pengukuran kinerja perkumpulan, yang diukur antara lain adalah kelengkapan struktur, kelengkapan aset, aktivitas tertib administrasi dan layanan yang diberikan kepada jama’ah

“Ada empat layanan yang akan diukur, yaitu layanan bidang keagamaan, layanan pendidikan layanan kesehatan dan pelayanan di bidang kinerja pengembangan unit usaha,” jelasnya.

Wakil Sekjen PBNU mengungkapkan, dengan tekad yang besar maka tujuan mendigdayakan NU untuk menjemput abad kedua dan menyongsong kebangkitan baru Nahdlatul Ulama itu bisa dilakukan secara terukur dan tidak hanya angan-angan.

Tentang Penulis: Farodis Diana

Gambar Gravatar
Farodis Diana Kontributor Berita LTN NU Lumajang

No More Posts Available.

No more pages to load.