Lantaran Sering Bermimpi Ibunya, Pemuda Asal Nganjuk Ini Masuk Islam

oleh -dibaca 3127 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Ignasius Gama Satria Abiyoga, pemuda asal Nganjuk dengan ketulusan hati mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung KH Anas Mahfudz Lumajang pada Senin, (15/05/2023).

Ikrar syahadat yang dibimbing langsung oleh Ketua Takmir Masjid Agung KH Anas Mahfudz Lumajang KH. Abdul Kafi, SH ini berlangsung khidmat dengan disaksikan Mudir Idarah Masjid Agung KH Anas Mahfudz Lumajang KH. M. Arifin, SH, Ketua BAZNAS Lumajang H. Atok Hasan Sanusi, serta beberapa ta’mir masjid dan jamaah.

KH. Abdul Kafi, mengungkapkan bahwa motivasi dari saudara Gama memeluk agama Islam lantaran sering bermimpi melihat ibunya yang sudah lama meninggal, seraya mengajaknya masuk Islam.

“Katanya sering bermimpi ibunya yang sudah meninggal dan kedua orang tuanya memang sudah memeluk Islam cukup lama sebelum meninggal,” terangnya saat diwawancarai Tim nu.lumajang.or.id, Senin, (15/05/2023).

BACA JUGA:   Peduli kepada Madrasah, Bupati Lumajang Dinobatkan Sebagai Bapak Madrasah

Selain itu, salah satu pendorong Gama untuk masuk Islam karena ia hendak menikahi seorang gadis asal Lumajang yang beragama Islam.

Dengan demikian, ia berkeharusan untuk memeluk agama Islam, karena memang menjadi syarat sah nikah dalam Islam.

“Ia juga hendak menikah di akhir-akhir ini, jadi ia bersama calon mertuanya hadir ke Masjid Agung untuk meminta dibaiat masuk agama Islam,” jelas KH. Abdul Kafi.

Setelah melantunkan Ikrar Syahadat, Gama menerima sertifikat keislamannya serta mendapatkan hadiah berupa sarung dan buku petunjuk shalat dari Takmir Masjid Agung dan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

KH. Abdul Kafi juga mengganti nama Ignasius dengan nama Muhammad, sehingga menjadi Muhammad Gama Satria Abiyoga.