Ketua LBM PBNU Sebut Adanya Halaqah Fikih Peradaban Gairahkan Tradisi Pesantren

oleh -dibaca 427 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Tempeh. Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, Kiai Imam Nakha’i mengungkapkan bahwa adanya halaqah fikih peradaban untuk menggairahkan kembali tradisi-tradisi pesantren yang sudah sedikit demi sedikit mulai menghilang.

Hal itu disampaikan Kiai Nakha’i saat hadir sebagai narasumber dalam¬† Halaqah Fikih Peradaban dengan tema ‘Dunia Islam dan Realitas Geo-Politik Global Kontemporer’ yang ditempatkan di Pondok Pesantren An-Nur El-Aly Tempeh Lumajang, Sabtu (23/12/2023).

“Sehingga tradisi-tradisi pesantren, kitab-kitab kuning itu ikut berkontribusi untuk membangun perdamaian dan peradaban dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya Fikih Peradaban tersebut bukan untuk meninggalkan kitab kuning, akan tetapi kitab kuning lah sebagai dasar untuk membangun perdamaian dan peradaban.

BACA JUGA:   PBNU Dorong ASEAN Jadi Episentrum Perdamaian dan Toleransi Dunia

“Fikih-fikih kita itu luar biasa tapi selalu ada kekurangannya, dan kekurangannya bukan ada pada fikihnya, tetapi ada pada orangnya,” lanjut dia.

Kemudian dirinya menjelaskan bahwa terjadinya kekurangan tersebut karena tidak menghubungkan dengan ilmu yang lain.

“Pesantren itu mempunyai kekayaan yang luar biasa, karena di dalamnya ada tradisi fikih dan tasawuf yang sama-sama kuat,” imbuhnya.

Kata Dr. Imam Nakha’i, kekayaan atau tradisi yang dimiliki pesantren itu harus diperlihatkan atau ditawarkan kepada semua orang, sehingga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan, perdamaian dan peradaban.

“Jadi, adanya Fikih Peradaban ini merupakan upaya PBNU untuk melestarikan dan mempopulerkan tradisi-tradisi pesantren yang khas dan kaya-raya dengan pelajaran kitab-kitab kuningnya,” pungkasnya.