Inilah Trik Mudah Hasilkan Cuan dari TikTok Affiliate Menurut Ketua IMNU Lumajang

oleh -dibaca 737 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Ketua Ikatan Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) Lumajang, Qosim menyampaikan beberapa trik agar seseorang bisa menghasilkan cuan (ladang penghasilan) menggunakan fitur TikTok Affiliate, teruma bagi pemula.

Hal itu disampaikan Qosim saat ‘Ngaji Wirausaha’ yang diadakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Lumajang di studi Media Center an-Nahdlah (MCN) Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jalan Alun-alun Timur 03 Lumajang, Jumat (12/01/2024).

Qosim menuturkan, TikTok Affiliate (afiliasi)  bisa dimanfaatkan seorang konten kreator yang menjual produk orang lain tanpa menggunakan TikTok Shop atau bisa disebut makelar.

Tentu saja untuk menjadi seorang makelar yang paling utama harus menata niat atau mindset (pola pikir) terlebih dahulu.

BACA JUGA:   Apa yang Sebaiknya Dilakukan saat Malam Idul Fitri? Berikut Penjelasan Kiai As'adul Umam

“Mungkin seminggu atau bahkan sebulan masih tidak menghasilkan apa-apa, itu karena baru mempelajari situasi dan lingkungannya, makanya tata niat dulu biar tidak timbul rasa kecewa ketika menjadi seorang makelar,” tegasnya.

Dalam acara yang bertajuk ‘Cuan dari Affiliate TikTok’ ini, dirinya melanjutkan, untuk menjadi seorang makelar maka kategori produk yang akan dijual harus sesuai dengan kesukaan makelar tersebut.

“Misalkan senang mancing, maka jual sesuatu yang ada hubungannya dengan mancing, jangan sampai menjual produk yang tidak kalian pahami,” lanjutnya.

Kemudian Ia memaparkan bahwa kategori-kategori produk yang laris di TikTok itu ialah kategori fashion, kosmetik, kesehatan dan alat dapur.

“Tujuannya biar kita fokus menjual salah satu dari kategori tersebut, dan itu mudah dikenal orang,” imbuh Qosim.

BACA JUGA:   Lora Abas Zainal Muttaqin: Pentingnya Husnudzon kepada Allah

Lebih lanjut Ia menjelaskan, untuk menjadi seorang makelar di TikTok membutuhkan follower (pengikut) yang loyal atau setia dan mengenali dirinya.

“Mending follower yang lima ribu daripada follower seratus ribu namun tidak mengenali kita, walaupun cuma lima ribu follower tapi murni kita gunakan dari nol, apapun yang kita posting, pasti di like,” jelasnya.

Tujuan menjual salah satu dari kategori itu, terang Qosim, agar pertumbuhan akunnya semakin cepat dan penjualannya banyak.

“Maksud penjualannya banyak itu follower sudah mencapai target, maka pasti follower kita itu melirik barang yang kita jual,” tambahnya.

Terakhir Ia memberi saran kepada pengguna pemula agar membuat sebuah akun baru dan nama akun tersebut menyesuaikan dengan produk yang akan dijualnya agar fokus pada satu akun terlebih dahulu, dan jika sudah berpengalaman, bisa membuat akun lain dengan kategori berbeda.

BACA JUGA:   Ngaji Online, Kiai Qusyairi Bahas Kalimat Tahlil Bisa Untuk Menebus Dosa

“Yang lebih spesifik lagi ialah produk yang kita jual, karena itu yang menentukan kita sukses. Berjualan itu bukan berdasarkan asumsi, tapi harus berdasarkan riset (menganalisis) data sekiranya produk yang kita jual itu laris, banyak peminatnya,” tutupnya.