Seringkali kita lihat, ketika ada orang yang bersedekah, baik kita sendiri atau orang lain, yang merasa senang adalah orang yang diberi sedekah. Yang kita lihat, orang yang menerima sedekah tampak lebih merasa senang dari orang yang bersedekah. Entah karena orang tersebut senang karena pemberian tersebut memenuhi kebutuhannya atau hal lainnya.
Padahal, jika kita dapat berpikir kembali dan memahami esensi sedekah tersebut, orang yang bersedekahlah yang semestinya merasa lebih senang dari orang yang menerima sedekah. Memang dari pandangan mata ia telah memberi sesuatu yang telah dimilikinya. Artinya sesuatu yang dimilikinya telah berkurang sebab diberikan kepada orang lain. Akan tetapi, semua itu tidak bernilai dibanding dengan semua yang akan didapatkannya karena jauh lebih banyak dan lebih berharga.
Kita sudah tahu bahwa sedekah itu memiliki beberapa keutamaan yang kembali kepada orang yang mengamalkannya. Keutamaan-keutamaan tersebut bukan hanya kembali kepada sisi akhirat orang yang bersedekah dengan diberikan pahala atas sedekah yang telah ia berikan, tapi keutamaan itu juga kembali kepada kehidupan duniawinya. Semua itu telah dijelaskan oleh nash Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Dan hal tersebut tidak perlu diragukan dengan berbagai bukti yang telah dirasakan oleh orang-orang yang ahli bersedekah.
Walaupun kecil sedekah amatlah berharga di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
Apalagi sedekah akan membuat kehidupan kita menjadi lebih berkah. Dalam sebuah Hadits dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; ‘Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya,’ sedangkan yang satunya lagi berkata; ‘Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya.’” (HR Muttafaq ‘Alaih)
Ketika kehidupan kita berkah, maka cobaan kehidupan yang menerpa akan dapat dilalui dengan kemudahan. Pada Hadits yang lain, Rasulullah juga menganjurkan kita memperbanyak sedekah untuk menetralkan semua kesulitan yang kita alami, apalagi Rasulullah telah menerangkan bahwa bala’ (marabahaya) itu tidak akan pernah mendahului sedekah, yaitu dapat ditolak dengan amal sedekah.
Bersedekah itu juga mudah, praktis dan tanpa batas dalam pelaksanaannya. Nilai dan jumlahnya tidak dibatasi, penerimanya juga bisa siapa saja dan sebanyak-banyaknya. Tak hanya itu, waktu untuk bersedekah pun tak pernah dibatasi, tidak hanya di bulan-bulan tertentu saja, melainkan sepanjang waktu. Selama seseorang mampu untuk bersedekah, baik di waktu sempit maupun lapang, maka bersedekah tetap dianjurkan, baik itu dengan cara terang-terangan atau secara diam-diam.
Dari itulah tidak ada larangan untuk bersedekah karena terlalu sering bersedekah. Apalagi tinta sejarah tidak pernah mencatat ada orang yang bangkrut karena bersedekah. Sedekah membuat kaya dan bahagia.
Akan tetapi, kita juga harus ingat bahwa tujuan dari bersedekah adalah beribadah kepada Allah SWT dan mengikuti perintah Rasulullah SAW. Semua itu juga kita harapkan nantinya dapat mensucikan jiwa kita. Itulah yang semestinya kita utamakan dan harapkan dalam sedekah. Hal itu lebih penting dari bonus-bonus duniawi yang telah diterangkan. Ketika memang sudah waktunya, bonus-bonus tersebut akan datang dengan sendirinya.










