Meriah, Ribuan Jemaah Hadiri Haul Majmuk ke-15 Pengasuh Pesantren Bustanul Ulum Krai

oleh -dibaca 1757 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Yosowilangun. Ribuan alumni, wali santri, simpatisan dan warga dari berbagai daerah datang membanjiri Masjid Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai Yosowilangun Lumajang dalam rangka haul majmuk ke-15 pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai Yosowilangun, Sabtu (18/11/2023).

Haul majmuk ini dikhususkan kepada pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai, diantaranya, KH Affan Abdul Malik, Nyai Hj Azimah Abdullah, KH Ali Murtadlo Affan, dan Lora Abdurrahman Baqis.

KH. Samhan Baqis Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai, mengucapkan beribu-ribu terimakasih atas kehadiran para tamu undangan yang telah berkenan hadir dalam acara haul ini.

“Haul ini dilangsungkan demi meningatkan kecintaan kita kepada para muassis dan almamater, tentunya juga berharap keberkahan dari beliau,” jelasnya saat sambutan.

BACA JUGA:   Kunjungi Korban Lahar Dingin Semeru, Bupati Lumajang Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

Sementara itu, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab ) yang hadir sebagai penceramah menyampaikan terkait acara haul, Gus Aab menuturkan berbakti kepada kedua orang tua tidak cukup dilakukan pada saat mereka masih hidup, akan tetapi terus berlanjut meskipun keduanya sudah meninggal dunia.

“Adapun tata caranya disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dalam sunannya, Bahwa Rasulullah saw ditanya, masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia? Rasulullah SAW menjawab, ya, masih ada empat perkara,” jelas Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) tersebut.

Keempat perkara tersebut, kata Gus Aab, mendoakan ibu bapak, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, dan menghormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan dirinya kecuali dari pihak mereka.

BACA JUGA:   5 Jembatan di Lumajang Putus Diterjang Lahar Dingin Semeru 

“Maka inilah kebaktian yang tinggal yang kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia,” terang Gus Aab menjelaskan Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abu Usaid tersebut.

Ia melanjutkan, istilah orang tua jangan dimaknai dengan pengertian sempit, yaitu hanya orang yang melahirkan saja, padahal dalam sebuah hadist dijelaskan orang tua itu ada 3.

“Orang tua kita ada tiga, yaitu orang yang melahirkan, mertua, dan orang yang mengajarimu. Sedangkan orang yang mengajari inilah yang paling afdhol,” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam haul ini, Habib Anis Al-Habsyi, para pengasuh pondok pesantren se Kabupaten Lumajang, serta tokoh masyarakat setempat.