NU-LUMAJANG.OR.ID, Klakah. Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Klakah menggelar acara Khatmil Qur’an dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an dan Santunan 257 Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa se-Kecamatan Klakah.
“Setiap tahun ketika menjelang Hari Raya Idulfitri kami selalu istiqamah berbagi kebahagiaan dengan membagikan kado baju lebaran dan bingkisan snack kepada anak yatim-piatu dan dhuafa,” kata Ketua UPZISNU Klakah, Sulastri, dalam acara yang bertempat di Masjid Jami’ Nurul Huda Desa Mlawang, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, anak-anak tersebut diberi kebebasan untuk memilih baju kesukaannya sendiri dengan maksimal harga Rp170.000 per-anak dan berbelanja di toko-toko terdekat yang didampingi pengurus UPZISNU Klakah.
“Tujuan kegiatan ini agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memakai baju baru saat lebaran, menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka meneladani ajaran Rasulullah SAW yang sangat menyayangi dan memuliakan anak yatim.
“Selain tujuan-tujuan di atas, kegiatan ini merupakan wujud ajakan kepada masyarakat untuk berbagi dan bersedekah melalui program sosial NU Care-LAZISNU,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZIS) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, Sufyan Huda, S.H., M.E. dalam sambutannya mengatakan dengan penuh hormat kepada Camat Klakah, MWCNU Klakah serta Badan Otonomnya yang senantiasa mengawal kegiatan LAZISNU.
“Selain itu, kami mempunyai kebanggaan tersendiri kepada pengurus UPZISNU Klakah yang semangat menjadi perantara wasilah santunan yatim dan dhuafa sekaligus berterima kasih kepada para donatur yang berkontribusi dalam kegiatan ini, baik berupa uang maupun barang,” ucapnya.
Kemudian, ia juga menjelaskan tentang larangan menghardik anak yatim dan jaminan surga dari Hadits Rasulallah SAW bagi orang yang mencintai yatim. Namun, terkadang didalamnya terdapat sebuah ujian bagi orang-orang yang melayani anak yatim.
“Adapun orang yang berbagi kepada dhuafa juga mendapat pahala besar sebab doa mereka yang sabar juga terkabulkan, bahkan diterangkan bahwa hari Jumat adalah rajanya hari yang lain dan hajinya fakir miskin,” pungkasnya.










