Duka Mendalam Keluarga Affan, NU Peduli Hadir Bawa Do’a dan Bantuan Pendidikan

oleh -dibaca 57 orang
NU Peduli berikan bantuan dan sambung doa untuk Affan Kurniawan

NU-LUMAJANG.OR.ID, Jakarta. Duka masih menyelimuti keluarga Zulkifli setelah anak sulungnya Affan Kurniawan (21) yang berprofesi sebagai Ojek Online (Ojol) meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demonstrasi pada Kamis malam (28/8) kemarin.

Isak tangis Erlina, ibunda Alm. Affan pecah saat menerima kedatangan tamu-tamu yang datang menyampaikan belasungkawa.

Di tengah suasana haru itu, Tim NU Peduli yang dipimpin Plt. Direktur Eksekutif LAZISNU, Riri Khariroh hadir menyampaikan langsung rasa belasungkawa dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang ikut berduka atas insiden ini.

Tim juga menyerahkan santunan berupa uang tunai dan bantuan pendidikan (beasiswa) untuk adik Alm. Affan.

BACA JUGA:   Elemen NU Lumajang Ramai-ramai Dukung Ketua DPRD Lumajang Agar Tidak Mundur

“Kami datang membawa pesan duka mendalam dari Gus Yahya dan seluruh keluarga besar NU, santunan ini bukan hanya soal materi, tetapi wujud kehadiran NU untuk mendampingi keluarga korban dalam jangka panjang,” ujar Riri Khariroh sebagaimana dilansir dari NU Online pada Sabtu (20/08/2025).

Perempuan berkacamata itu kemudian menambahkan jika santunan uang ini akan diberikan secara bertahap sembari memberikan pendampingan terhadap keluarga Alm. Affan.

“Kami diminta oleh Gus Yahya untuk menyampaikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp.100 juta,” tambahnya.

Selain keluarga Alm. Affan Kurniawan, NU berencana akan menjangkau korban lain yang terdampak insiden kekerasan saat aksi demonstrasi.

Tragedi yang menimpa Affan menjadi pengingat bahwa suara rakyat harus didengar, dan penegakan hukum harus berjalan secara adil.

BACA JUGA:   Gus Kikin Pengasuh Pesantren Tebuireng Ditunjuk Jadi Penjabat Ketua PWNU Jatim

Kehadiran NU di rumah duka bukan sekadar takziyah, tetapi juga pesan kemanusiaan bahwa bangsa ini tidak boleh menutup mata terhadap setiap korban kekerasan.