Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan yang sangat bijak dalam hal apapun. Sehingga, pada masanya ada seseorang lelaki Muslim sukses yang mendapat ujian bertubi-tubi. Setiap harinya ia dizalimi oleh salah seorang tetangga yang iri terhadapnya.
Karena tidak tahan atas perlakuan dari tetangganya itu, lelaki itu mendatangi Rasulullah SAW. Kepada beliau ia mengadu dan menceritakan semua perihal yang dialaminya dengan berharap Rasulullah mengadilinya, atau paling tidak beliau memberikan solusi terbaik.
Rasulullah pun kemudian memerintah lelaki itu supaya mengumpulkan perabotan rumahnya lalu ditaruh di tepi jalan. “Taruh barang-barangmu di jalan,” saran beliau dengan berulang-ulang.
Meski heran akan saran Rasulullah SAW, lelaki itu kemudian tetap melakukannya. Bermacam peralatan rumah segera diangkutnya dan ditaruh di tepi jalan. Melihat lelaki tersebut, orang-orang Islam yang kebetulan lewat di jalan itu menjadi penasaran, sehingga salah satu di antara mereka menanyakan perihal keberadaannya. Lelaki itu pun kemudian menceritakan semuanya, bahwa dirinya telah dizalimi oleh tetangganya.
Setelah mendengar ceritanya, maka mereka pun tidak terima atas perbuatan yang dilakukan tetangganya itu. “Semoga ia dilaknat Allah,” ujar mereka.
Mengetahui dirinya didoakan jelek oleh orang-orang, tetangga yang berbuat zalim tersebut segera mendatangi lelaki itu. Ia segera meminta maaf kepada lelaki tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Demi Allah, aku tidak akan menyakitimu lagi. Bawalah pulang barang-barangmu!” pintanya.
Disarikan dari Hadits Riwayat Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.










