Peringati Harlah Satu Abad NU, PCNU Lumajang Kirim 30 Delegasi ke UNISMA

oleh -dibaca 287 orang
Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Hitungan Masehi
Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Hitungan Masehi

NU-LUMAJANG.OR.ID, Malang. Menyongsong peringatan bersejarah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam hitungan kalender Masehi 1926–2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang menunjukkan komitmen partisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Sebanyak 30 delegasi dari PCNU Lumajang diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian Kick Off Harlah Satu Abad NU yang digelar di Universitas Islam Malang (UNISMA), Rabu (7/1/2026). Delegasi tersebut terdiri dari jajaran pengurus harian, pengurus lembaga, Badan Otonom (Banom), serta perwakilan pesantren se-Kabupaten Lumajang.

Ketua PCNU Lumajang, KH Mohammad Darwis, menegaskan bahwa keikutsertaan PCNU Lumajang dalam agenda harlah ini merupakan bentuk ketaatan terhadap arahan para kiai sekaligus tanggung jawab jam’iyah.

BACA JUGA:   Polemik Pembangunan Gereja di Lumajang, Inilah Jawaban Kiai Afifuddin Muhajir

“Sebagaimana arahan para kiai, turut serta memeriahkan kegiatan harlah ini menjadi kewajiban bagi seluruh pengurus PCNU Lumajang,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan kick off ini menjadi penanda penting dalam sejarah NU, khususnya dalam penetapan peringatan satu abad NU berdasarkan kalender Masehi.

“Kick off ini menegaskan bahwa pada tanggal 31 Januari 1926, jam’iyah Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama sebagai organisasi yang fokus pada pendampingan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Tanggal tersebut menjadi hari baik dalam kalender Masehi dengan lahirnya NU,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz. Ia menegaskan bahwa peringatan Harlah Satu Abad NU versi Masehi bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas kontribusi NU bagi bangsa dan dunia.

BACA JUGA:   Awal Tahun, PCNU Gelar Rapat Pleno Ketiga

“Barangkali para muassis dahulu tidak membayangkan NU dapat bertahan hingga 100 tahun. Hari ini kita kembali melaksanakan tasyakuran satu abad NU dalam hitungan kalender Masehi,” ujar Gus Kikin, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus menjaga dan menjalankan tugas NU sebagai Jami’iyah Diniyah Islamiyah dan Jami’iyah Ijtimaiyah.

“Oleh karena itu, mari bersama-sama kita jaga dan rawat jam’iyah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.