Kisah Pengurus MWC NU Rowokangkung Bangun Kantor Permanen

oleh -dibaca 2387 orang
Peletakan Batu Pertama Kantor MWC NU Rowokangkung pada Jumat (23/06/23) (Foto: MWC NU Rowokangkung)

NU-LUMAJANG.OR.ID, Rowokangkung. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rowokangkung akhirnya resmi membangun kantor pertamanya di Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung Lumajang pada jumat (23/06/23) lalu.

Pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama ini menyimpan kisah panjang perjuangan pengurus dalam mewujudkan mimpi memiliki kantor permanen.

“Sejak saya diamanahkan menjadi ketua, salah satu tekad kami adalah memiliki kantor permanen mas, sebab organisasi tanpa kantor ibarat burung tak memiliki sangkar,” ungkap Ketua MWC NU Rowokangkung, Slamet Ahsan Rofi’i saat dikonfirmasi nu-lumajang.or.id melalui sambungan telepon, Sabtu (24/06/2023).

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan jika sebelumnya pengurus bergantian menyiapkan rumah mereka sebagai pusat kegiatan ke-NU-an, hingga lambat laun terbesit keinginan memiliki kantor sendiri.

Usaha demi usaha pun dilakukan, mulai dari rencana meminjam gedung Koperasi Unit Desa (KUD) hingga rencana membeli sebidang tanah.

Namun sayangnya, keduanya kandas karena terkendala biaya dan perizinan.

Baru pada tahun 2020 lalu, salah seorang warga NU mewaqafkan tanahnya untuk ditempati oleh organisasi besutan para ulama nusantara ini.

“Alhamdulillah mas, salah satu dari warga NU di sini mengikhlaskan tanahnya untuk kami gunakan sebagai kantor MWC,” tambahnya.

Meski telah memiliki sebidang tanah, namun pembangunan kantor tidak langsung dilakukan, sebab kendala pembiayaan lagi-lagi menjadi penghambatnya.

Tepatnya pada awal bulan Juni lalu MWC NU mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Kabupaten Lumajang senilai 100 juta rupiah.

“Untung kader NU ada yang menjadi Bupati mas, akhirnya kita bias memulai pembangunannya,” lanjutnya.

Saat prosesi peletakan batu pertama, sejumlah tokoh tampak hadir, mulai dari perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang.

“Kami ditugaskan untuk menghadiri langsung prosesi ini mas, namun ketua tetap memberikan arahan saat acara melalui sambungan telepon karena beliau tengah melaksanakan ibadah haji sekarang,” ujar salah satu Wakil Sekretaris PCNU Lumajang, In’am Hayatuddin.

Ikhtiar penataan aset dan pembangunan kantor MWC NU hingga Ranting NU mejadi salah satu perhatian PCNU Lumajang, sebab dari 21 MWC NU se-kabupaten Lumajang kini tinggal empat MWC yang belum memiliki kantor.

“Target pembangunan kantor NU di tingkat kecamatan menjadi perhatian kami dari pengurus cabang, semoga tahun ini empat kecamatan lainnya bisa segera memiliki kantor permanen juga,” jelasnya.

Harapannya, kantor NU yang kini telah maupun tengah proses pembangunan menjadi salah satu tempat sebagai pusat kegiatan memperkuat Aqidah An-Nahdliyah dengan prinsip memberikan manfaat bagi seluruh warga di Kabupaten Lumajang, khususnya warga NU.