Stand Baju Bekas Lumajang Peduli Palu Diserbu Pembeli

oleh -dibaca 193 orang
Bazar Hari Santri Lumajang peduli Palu

Nu-Lumajang.or.id. Bazar yang selenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lumajang di alun-alun Lumajang, dimanfaatkan sejumlah komunitas untuk menggugah kepedulian sosial. Seperti Kelompok Lumajang Peduli palu yang menjual pakaian bekas. Hasilnya, 100 persen untuk korban gempa dan tsunami Palu-Donggala.

Menurut salah satu anggota komunitas, Rara, ini merupakan kepedulian dari 10 komunitas yang tergabung dalam Lumajang Peduli Palu ini. Semua barang barang yang dijual di stand ini hasil dari anggota komunitas.

“Kita ingin ikut meringankan derita saudara-saudara di Palu dan Donggala, meski dengan cara yang cukup sederhana ini. Hasil dari penjualan, 100 persen untuk korban Palu,” tutur wanita berjilbab ini sambil melayani pembeli, Minggu, (21/11/18).

Baca Juga:  Ini Alasan Istighotsah Hari Santri Nasional di Gor Sidoarjo Di Undur

Betul dalam momentum hari santri ini, banyak pembeli ke standar penjualan untuk Donasi Palu. Apalagi harga pakaian bekas ini relatif lebih murah dibanding harga di pasaran. Lima ribu hingga 40 ribu per potong.

Jangan sampai terlewatkan, ini Jadwal lengkap Acara Hari Santri 2018 Lumajang

“Pakaian yang paling banyak di buru pembeli, celana jeans, pakaian Hem, dan pakaian untuk bayi. Para pembeli sangat antusias dalam membeli untuk donasi,” lanjutnya.

Meraka berharap, selama dua hari acara bazar ini, barang-barang dagangannya bisa laku semua. Sehingga hasilnya bisa bermanfaat bagi korban gempa Palu.

Baca Juga:  Sambut Hari Santri Nasional, LP NU Ajak Bersedekah Dengan Membeli Kaos

“Kita terus menggugah kepedulian semua pihak. Tak hanya mendapatkan pakaian yang dibelinya, tapi yang lebih utama ikut terlibat dalam membantu korban gempa dan tsunami Palu,” tutupnya.

Bazar Hari Santri Lumajang peduli Palu 2

Sementara itu, salah satu pengunjung, Soleh, sengaja membeli pakaian bekas ini, untuk di sumbangkan bagi korban gempa Palu dan Donggala.

“Sangat kreatif dalam menggalang bantuan, tak hanya dengan metode meminta di pinggir jalan, tapi komunitas ini juga menjual barang. Hasilnya 100 persen bagi korban gempa palu,” jelasnya singkat.