JIMAT Dukung Pemerintah Tutup Tempat Maksiat

oleh -dibaca 94 orang
Jimat Lumajang Menolak Tempat Maksiat

Nu-Lumajang.or.idJaringan Masyarakat Anti Maksiat (JIMAT) mendukung pemerintah menututup tempat-tempat maksiat di Lumajang. Hal ini disebabkan, selain bertentang nilai-nilai budaya bangsa, juga agama.

Jimat Lumajang Menolak Tempat Maksiat

“JIMAT berkumpulnya banyak elemen masyakat Lumajang. Mulai dari NU Lumajang, Muhammadiyah, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB), Majelis Mahabbah dan elemen lainnya,” ungkap ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lumajang, Gus Mas’ud, saat melakukan Konfrensi Pers di kantor NU, Sabtu (13/11/18).

Keberadaan tempat-tempat maksiat ini ikut andil dalam merusak moral anak bangsa. Menjadi langkah yang pas bagi pemerintah Lumajang dalam menertibkan tempat-tempat maksiat di Lumajang.

Baca juga: Ketua PCNU Lumajang: Penutupan Tempat Hiburan Adalah Amanah Para Kiai

Baca Juga:  LP Ma'arif Kecamatan Yosowilangun Gelar Halal Bi Halal

“JIMAT mengajak kepada pengusaha Lumajang agar membuka usaha yang tak bertentang dengan nilai-nilai moral, budaya dan agama di masyarakat,” lanjutnya. Meski sebenarnya, wirausaha di Lumajang juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan pengangguran, dan kemiskinan. “Usaha yang berlandaskan nilai-nilai agama harus menjadi pilihannya,” imbuhnya.

Karena keberadaan tempat-tempat maksiat di Lumajang banyak ditolak elemen masyarakat. Ini akan menjadi potensi terjadinya konflik horisontal. “JIMAT mengajak pada semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan dialog dalam pro dan Kontra keberadaan tempat maksiat,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muhammad Khoiri, sudah selayaknya masyarakat Lumajang makin meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Sehingga cita-cita Lumajang bermartabat bisa terwujud.

Baca Juga:  PC RMI NU Lumajang Gelar Acara Puncak MDT Award 2019

”Banyaknya bencana di dunia dan Indonesia , salah satu pemicunya maraknya tempat tempat maksiat. Sudah seharusnya, semua pihak menekan lokasi-lokasi maksiat,” ungkap laki-laki yang berkaca mata tersebut.

JIMAT akan terus mengajak kepada semua elemen masyarakat di Lumajang agar tetap saling menahan diri. Untuk mencegah adanya konflik horisontal, karena adanya pro dan kontra terhadap penolakan tempat maksiat. “Berharap pada semua masyarakat berfikir jernih. Sehingga tak terpengaruh kepentingan kapitalisme,” tambahnya.

JIMAT tetap berkomitmen akan terus menolak tempat usaha yang bertentang dengan nilai-nilai moral, budaya dan agama. “Usaha-usaha yang menyajikan kemaksiatan, bertentangan dengan falsafah Pancasila,” tutupnya.