Ketua PCNU Lumajang: Penutupan Tempat Hiburan Adalah Amanah Para Kiai

oleh -dibaca 102 orang
Gus Ud bersama Bupati Lumajang

nu-lumajang.or.id– Komitmen untuk mendukung pemerintah dalam penutupan tempat hiburan malam, salah satunya vision vista karena diduga melakukan pelanggaran izin prinsip terus disuarakan oleh Gus Ud, Ketua PCNU. Salah satunya ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Pengajian Umum, Santunan Anak Yatim dan Peresmian Masjid Al-Barokah Desa Tempeh Lor Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang pada 7/10/18 yang lalu. Acara tersebut digelar oleh Ranting NU Tempeh Lor dan Takmir Masjid Al-Barokah.

Di hadapan ratusan jamaah, ia menegaskan bahwa penutupan Vision Vista dan tempat hiburan lainnya yang melanggar izin prinsip merupakan amanah dari para Kiai dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Kita tetap berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam hal penutupan tempat hiburan malam, karena ini perintah Kiai dan amanah Jamiyyah” ungkapnya. Tak hanya itu, ia bertutur semoga penutupan tempat hiburan malam karena melanggar izin prinsip tersebut, dapat menambah makmur masyarakat Lumajang dan dapat menolak balak.

Baca Juga:  Jam'iyyatul Qurra Wal Huffadh NU Lumajang Hadirkan Qori Internasional
Bupati Lumajang menandatangani peresmian Masjid Al-Barokah

Tak hanya Ketua PCNU, tampak hadir pula Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq yang turut menandatangani peresmian masjid Al-Barokah dan memberikan bantuan dana. Secara khusus, Gus Ud menyampaikan harapannya kepada pengurus Masjid untuk menggunakan bantuan dari Bupati tersebut dengan sebaik-baiknya. Bahkan ia berharap dipasang logo NU dengan menggunakan neon box. “Gunakan bantuan Bupati tersebut dengan baik untuk penyempurnaan Masjid dan jangan lupa pasang neon box berlogo NU” lanjutnya. Menurut Gus Ud, melakukan labelisasi di tengah carut marut paham islamis radikal dan ektrimis sangatlah penting, karena membantu membuat garis demarkasi ideologi. “penting dikasih label, karena disaat yang sama, kelompok-kelompok mereka melakukan hal serupa”, pungkasnya.

Baca Juga:  Ketua MWC NU Jatiroto: Generasi Sabiq, Lahiq dan Mahiq