Ketua PCNU Lumajang : KH. Adnan Syarif Sosok Ulama Penggerak Jam’iyyah NU

oleh -

NU-LUMAJANG.OR.IDKedungjajang, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang Gus Moh. Mas’ud S.Ag.,M.A. hadir dan berikan penghormatan terakhir bagi KH. Adnan Syarif di Ponpes Kyai Syarifuddin, pada Selasa (24/11/20).

Ketua PCNU Lumajang Gus Moh Mas’ud S.Ag., M.A. menyatakan, KH. Adnan Syarif adalah salah satu Ulama yang mempunyai banyak kompetensi dan keilmuan yang bagus.

“Terbukti dengan Salawat Uhudiyah yang dikarang oleh beliau, hal itu membuktikan bahwa beliau mahir dalam gramatikal bahasa Arab, juga mencerminkan bahwa beliau sangat mencintai Rasulullah,” jelasnya.

Baginya, KH. Adnan Syarif adalah sosok Ulama yang dinamis, mampu menggerakkan jam’iyyah dan jama’ah.

Baca Juga:  Ratusan Warga NU Senduro Rayakan Harlah NU Ke-96

“Sebagai pemimpin pesantren, beliau juga membuktikan dinamikanya dengan memadukan dunia akademik salaf dan modern yang terus berkembang,” ungkapnya.

Gus Mas’ud menginformasikan bahwa KH. Adnan Syarif pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Lumajang pada tahun 2003 sampai 2007.

“Kemudian beliau melanjutkan khidmadnya pada NU sebagai Rais PCNU Lumajang, pada tahun 2007 hingga 2012, hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang mampu mengorganisir,” lanjutnya.

Gus Mas’ud menuturkan, berpulangnya KH. Adnan Syarif adalah berpulangnya ilmu, muharrik (penggerak), tokoh NU, dan berpulangnya seorang guru dari tokoh-tokoh di Lumajang.

Baca Juga:  Kapolres: Waspada Hoaks, Saring Dulu Baru Sharing

“Kami PCNU Lumajang merasa sangat kehilangan, beliau berpulang dengan masih menjabat sebagai Mustasyar PCNU Lumajang,” imbuhnya.

Ketua PCNU Lumajang memaparkan, dalam proses kepengurusan PCNU KH. Adnan Syarif selalu memberikan dukungan, arahan dan kontribusi posutif.

“Selama ini kebijakan-kebijakan beliau selalu memberikan berpihak dan memberikan sinergitas positif kepada Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia menyakatakan, KH. Adnan Syarif adalah orang yang suka bersilaturrahmi, selalu hadir dalam setiap acara, tidak peduli siapa yang mengundang meski kesehatannya terganggu.

“Ketika sehat, beliau istiqomah untuk mengajar di pondoknya, inilah yang patut kita teladani dari beliau,” pungkasnya.