BPJS Ketenagakerjaan Jadikan RMI Randuagung untuk Percontohan

oleh -dibaca 113 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Randuagung – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Gandeng Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kecamatan Randuagung Lumajang untuk program percontohan perlindungan sosial bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Pesantren.

“Ada 4 program yang kami tawarkan diantaranya adalah jaminan kematian, jaminan pensiun, jaminan masa tua dan jaminan kecelakaan”, ujar M. Faisol Ulinnuha selaku petugaa BPJS pada Minggu, 25-10-2020 di Kantor MWCNU Randuagung.

Dihadapan 50 perwakilan pengurus Madin dan Pesantren ia juga menjelaskan bahwa saat ini BPJS Ketenagakerjaan hanya memprioritaskan Jaminan Kematian dan Kecelakaan dari 4 program yang ditawarkan.

Baca Juga:  Ratusan Pelayat Hantar Kyai Sulthon Fatoni Ke Makam Jogoyudan Lumajang

“Kita memprioritaskan 2 program saja mengingat guru Madin dan Pesantren tidak berpenghasilan cukup besar sehingga premi bulanan yang harus dibayar cukup 10.700 rupiah”, jelasnya.

Dengan iuaran rendah tersebut Faisol berharap tidak memberatkan sehingga semua guru Madin dan Pesantren kecamatan Randuagung dapat ikut program untuk menajadi percontohan yang lain.

“Keuntungan yang diperoleh jika mengikuti program adalah, setiap guru yang mengalami kecelakaan akan ditanggung biaya rumah sakit kelas 1 termasuk biaya pengobatannya, dan jika meninggal dunia akan mendapat santunan 42 juta rupiah. Apabila aktif membayar premi hingga 3 tahun akan mendapat bantuan pendidikan untuk ahli warisnya maksimal 2 anak hingga perguruan tinggi”, ulasnya.

Baca Juga:  RMI Dipercaya Penyalur BOSDA Madin

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC RMI) Randuagung KH. M. Kholil Abdy menyambut baik dan akan mendukung program tersebut.

“Kami selaku pengurus sangat mendukung program ini. Karena pada akhirnya guru akan memiliki harapan jaminan untuk ahli warisnya baik berupa uang maupun biaya pendidikan bagi anak-anak mereka,” ungkap Gus Kholil sapaan akrabnya.