Bupati Lumajang: Pesantren Menjadi Solusi Pendidikan Ditengah Pandemi

oleh -dibaca 107 orang

NU.LUMAJANG.OR.ID, Lumajang – Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq MML menyampaikan bahwa pesantren menjadi salah satu solusi pendidikan ditengah pandemi Covid-19.

“Kami selaku pemerintah sangat berterima kasih pada para pengasuh pesantren yang telah bersedia mematuhi protokol kesehatan saat kedatangan santri hingga proses pelaksaan belajar mengajar di pesantren”, ungkapnya saat pelaksanaan kegiatan istigotsah virtual peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Pendopo Arya Wirararaja Lumajang, Kamis 22 Oktober 2020.

Menurutnya, pesantren adalah tempat paling aman dari Covid-19 karena sudah menjadi tradisi pesantren dimana para santri belajar, tinggal dan melaksanakan kegiatan sehari-hari didalam pesantren yang membatasi interaksi dengan masyarakat secara umum.

Baca Juga:  Peringati Harlah NU, PC LDNU dan Lesbumi Gelar Ziarah Muassis NU Lumajang

“Pesantren juga menjadi solusi pendidikan bagi anak. Saat ini proses belajar disekolah umum masih ditiadakan akan tetapi dipesantren anak-anak bisa belajar seperti biasa,” imbuhnya.

Dipesantren pendidikan karakter bagi anak juga sangat baik. Mereka berinteraksi memacahkan masalah dengan bersosial bersama teman sebayanya.

“Tentu menjadi sangat berbeda dengan anak yang belajar dari rumah, mereka minim interaksi sosial yang lebih banyak sibuk dengan handphone maupun gadgednya dan hal ini sangat sulit kita hindari”, tuturnya.

Sosok Bupati yang akrab dipanggil Cak Thoriq ini juga menyampaikan rasa terimakasihnya pada pengasuh pesantren melalui kegiatan yang disiarkan langsung oleh Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTNNU) Lumajang.

Baca Juga:  Kampaye Lingkungan, Ketua Lesbumi dan Lakpesdam NU Sampaikan Ini

“Saya akan terus menjalin kerjasama dengan pesantren termasuk juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang dalam upaya membangun karakter masyarakat Lumajang. Dan juga untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah”, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun depan rencana program Badan Udaha Milik Pesantren (BUMTren) akan segera dilaksanakan.

“Untuk itu saya sangat butuh masukan dari pesantren dan semua pihak mengenai sekema program BUMTren dalam upaya menguatkan ekonomi santri yang saling terkoneksi antar pesantren di Lumajang”. tuturnya. (Fd)