Puluhan Pengurus Cabang PMII Lumajang Dilantik

oleh -dibaca 43 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lumajang gelar Resepsi Pelantikan dan Talk Show di tengah pandemi, yang bertempat di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pada Ahad (20/09/2020).

Bertemakan ‘PMII dan Human Development’, Resepsi Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Supratman Ketua Komisi D DPRD Lumajang.

Hadir juga, Hj. Nur Hidayati Anggota Komisi A DPRD Lumajang, Ketua IKA PMII Lumajang Akhmad Taufik Hidayat, serta 50 lebih Kader dan anggota PMII.

Pelantikan tersebut dipandu langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII Zulfahmi Wahab.

Baca Juga:  Selain Rumuskan Formulasi Kaderisasi, PC PMII Lumajang Juga Rawat Toleransi

Usai Pelantikan, acara dilanjutkan dengan Talk Show Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang Supratman, dan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang.

Mandataris Ketua Cabang PMII Lumajang Setiyoso Lastanto mengungkapkan, karena pandemi ini pelantikan baru bisa dilakukan hari ini pada masa kepengurusan yang berjalan setengah periode.

“Walaupun kita belum pelantikan karena pandemi ini, tetapi agenda kaderisasi tetap kami jalankan. Kami berusaha melakukan kinerja yang terbaik, meskipun dalam keadaan yang sulit seperti saat ini,” ungkapnya.

Laki-laki asal Jawa tengah tersebut menambahkan bahwa dalam masa kepengurusanya akan tetap fokus pada dua hal, yakni perbaikan kaderisasi, serta pengawalan terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  PAC IPNU dan IPPNU Lumajang Telah Dilantik, Target Bentuk Komisariat Di Sekolah

Sedangkan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jawa Timur Abdul Ghoni menjelaskan bahwa Kader PMII harus berkomitmen selalu menjaga nama baik PMII.

“Termasuk dalam hal distribusi Kader, apapun yang sahabat-sahabat lakukan, baik yang disengaja atau tidak disengaja ada citra PMII dalam tingkah kalian,” jelasnya.

Terkait pandemi Covid-19, Abdul Ghoni menjelaskan, Kader PMII harus berjalan menyesuaikan keadaan alam.

“Juga di era digital ini kita dipaksa untuk mengelola media, kita harus menyesuaikan dengan zaman,” pungkasnya.

Oleh El shofa