Kenang Perjuangan Mbah Purwosono, Takmir Masjid Adakan Haul Ke-185

oleh -dibaca 60 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDSukodono, Remaja Masjid (Remas) dan Takmir Masjid KH. Ali Munsyarif Desa Klanting Kecamatan Sukodono gelar Haul Mbah Purwosono Ke-185 dan Santunan Anak Yatim di Masjid setempat, pada Sabtu (12/09/20).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PCNU Lumajang Gus Moh. Mas’ud dan segenap tamu undangan dari lingkungan Desa Klanting.

Panitia Haul Mbah Purwosono Moh. Subchan menyatakan, acara tersebut rutin diadakan pada setiap tahunnya.

“Pada santunan kali ini, kami memberikan santunan berupa bingkisan makanan dan uang kepada 30 Anak Yatim,” tuturnya.

Baca Juga:  PC LTM NU Gelar Pelatihan Muharrik Masjid

Dalam tausiyahnya, Ketua PCNU Lumajang menyampaikan bahwa kehadirannya di acara tersebut adalah untuk memberikan penghormatan terhadap leluhur yang telah babat alas Desa Purwosono.

“Beliau adalah sosok yang tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Majapahit di Kabupaten Lumajang,” tuturnya.

Gus Mas’ud memaparkan, konon Mbah Purwo asalnya dari daerah Banten, Jawa Barat bernama asli Alimun Mujahid, kemudian memiliki menantu bernama Alimun Syarif yang kini menjadi nama masjid tertua di sana.

“Mbah Purwo sepuh dan Mbah Purwo muda sama-sama dimakamkan di sebelah barat masjid,” sambungnya.

Baca Juga:  LTM Himbau Masjid Tetap Mengadakan Jumaatan dengan Beberapa Kebijakan

Ia melanjutkan, manakala berziarah ke makam tersebut di tengah malam, suasananya begitu eksotik.

“Rasa tenang dan damai bisa dirasakan dalam kesejukan alam sekitarnya. Dikelilingi persawahan hijau dengan diiringi suara gemericik aliran sungai yang mengalir bersih,” terangnya.

Ketua PCNU Lumajang itu melihat adanya potensi besar wisata alam yang begitu indah namun belum dikelola secara maksimal.

“Semoga masyarakat sekitar tergugah semangatnya untuk beribadah guna memakmurkan Masjid tertua ini,” pungkasnya.