PMII Rayon Febi IAI Syarifuddin Gelar Sekolah Kaderisasi

oleh -dibaca 64 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDSukodono, Pengurus Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PR-FEBI PMII) Komisariat IAI Syarifuddin gelar Sekolah Kaderisasi, dengan tema Menggali Potensi untuk Revolusi, di Kantor MWC NU Sukodono, pada Sabtu (12/09/20).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PMII Cabang Lumajang Setiyoso Lastanto, Ketua Bidang I Muhammad Junaidi, Ketua Komisariat IAI Syarifuddin Agus Arifin Mustofa, Ketua Komisariat Abu Hasan Al Asy’ari Erfan dan Ketua Rayon Febi Aning Wijianti.

Ketua Panitia Ica Ayu Zildana menuturkan, kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 dengan pembacaan lantunan Kalam Ilahi, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan.

Baca Juga:  Puluhan Pengurus Cabang PMII Lumajang Dilantik

“Dilanjutkan sambutan dan penyampaian materi Sekolah Kaderisasi yang meliputi pelatihan Administrasi Kopri, Public Speaking dan Ngaji Arah Gerak,” tuturnya.

Ia menambahkan, ada 25 peserta dalam Sekolah Kaderisasi ini, baik dari internal Rayon Febi juga delegasi dari eksternal.

“Peserta yang ikut dalam sekolah kaderisasi ini 10 dari Rayon Febi, 7 dari Rayon FDKI, 5 dari Rayon Tarbiyah, 2 dari Rayon KH. Wahab Chasbullah dan 1 dari Komisariat Unzah Genggong,” ungkap perempuan asal Selok Besuki itu.

Sementara Ketua Rayon Febi Aning Wijayanti menyampaikan, sistem kaderisasi adalah suatu alat dalam membentuk kepribadian anggota yang kreatif dalam berproses dengan mengolah skill.

“Para Kader harus bersungguh-sungguhlah dalam berproses, agar bermanfaat untuk kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  PMII Rayon Febi Syarifuddin Ajak Mahasiswa Cari Ilmu di Luar Kampus

Ketua Umum PMII Cabang Lumajang menyampaikan, secara kuantitatis PMII Lumajang unggul namun secara kualitas perlu melakukan peningkatan.

“Jumlah Kader PMII di Rayon atau Komisariat dalam setiap Mapaba sebanyak 30 anggota, jika ada 10 kali Mapaba, maka ada 300 setiap angkatan, jika terdapat 4 angkatan, maka sekitar 1200 anggota,” tutur pria kelahiran solo Jawa Tengah tersebut.

Harapannya, setelah ini bisa mengembangkan intelektual dan skill anggota untuk meningkatkan eksistensi, baik tingkat Rayon atau Komisariat, bertanggung jawab dalam berproses, serta komitmen dalam melaksanakan pengabdian.

Oleh : El shofa