Gantikan Gus Mas’ud, Kiai Rahmatullah Terpilih Sebagai Mudir Jatman Lumajang

oleh -dibaca 143 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Idaroh Syu’biyah (Pengurus Cabang) Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Lumajang gelar Musyawarah Idaroh (Musyda) di Gedung PCNU Lumajang 2 Sumberejo Sukodono, pada Jum’at (28/08/20).

Peserta Musyda terdiri atas Idaroh Wustho (Pengurus Wilayah), Idaroh Syu’biyah (Pengurus Cabang) dan Idaroh Ghutsniyah (Pengurus Anak Cabang) yang hadir secara terbatas.

Mudir (Ketua) Demisioner Jatman Lumajang Gus Moh. Mas’ud, S.Ag., MA. Mengatakan, hari ini adalah akhir dari masa khidmat setelah empat tahun menjabat.

“Laporan pertanggung jawaban telah kami sampaikan dan dapat diterima dengan baik,” tuturnya.
Ia menyampaikan, salah satu prestasi yang pernah diraih yaitu sebagai nominasi terbaik pertama dalam NU Award PWNU Jawa Timur 2019 disamping prestasi-prestasi yang lainnya.

Baca Juga:  Kyai Ngadiyin Anwar: JATMAN Roh Nahdlatul Ulama

“Trophy serta piagam tersebut masih tersimpan dengan baik di Kantor Jatman Lumajang, di Lantai 1 Gedung 2 PCNU Lumajang,” terangnya.

Gus Mas’ud menyampaikan, hingga kini, lebih dari separuh telah terbentuk Idaroh Ghutsniyah di tingkat kecamatan Se-Kabupaten Lumajang.

“Kami berharap pengurus berikutnya mampu melanjutkan program-program yang belum rampung,” ungkapnya.

Gus Mas’ud melanjutkan, sebagai Ketua PCNU Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk tidak rangkap jabatan sebagaimana ketentuan di dalam AD/ART dan POA NU.

“Sehingga sengaja kami mohon pamit untuk tidak lagi menerima amanah sebagai Mudir. Kami percaya bahwa masih banyak kader-kader thoriqoh yang mampu melanjutkannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Kapolres: Waspada Hoaks, Saring Dulu Baru Sharing

Ia menambahkan, setelah pembinaan dari KH.Yusuf Afandi Mudir Idaroh Wustho Jatman dan menyepakati Tatib, acara diambil alih oleh tujuh Ahlul Halli wal Aqdhi, dipimpin KH. Ihsan Wahib, Sekretaris Idaroh Wustho Jatman Jawa Timur.

“Secara mufakat, keputusan tetap memberikan amanah kepada Rais demisioner Kiai Mimbar Masyhuri (Syadziliyah) sebagai Rais dalam kepengurusan selanjutnya,” paparnya.

Gus Mas’ud melanjutkan, Kiai Rahmatullah (Qodiriyah wan Naqsyabandiyah) sebagai Mudir masa khidmat selanjutnya.

“Semoga hasil musyawarah tersebut bersama dengan Ridla Allah swt, Aamiin,” pungkasnya.