Warisan Laskar Diponegoro, Inilah Sejarah Singkat Masjid Agung KH. Anas Mahfudz Lumajang

oleh -dibaca 335 orang

 

Masjid Agung KH. Anas Mahfudz Lumajang adalah Masjid yang tidak lepas dari para pejuang NU di Lumajang yang juga tidak lepas dari peran pemerintah Lumajang, dan sejarah berdirinya Masjid Agung ini sejak tahun 1825 M diawali dengan pasukan tentara Diponegoro yang mendirikan langgar kecil disebelah barat Alun-alun kota Lumajang.

Awal tahun 1968 masa kepemimpinan Bupati Subowo, Masjid ini sempat dilebarkan ke utara dengan membongkar kantor NU & Maarif. Tahun 1987 masa kepemimpinan Bupati Karsid dilakukan pemugaran total, yang semula bangunan masjid bergaya arsitektur jawa kuno atap joglo dirubah menjadi bangunan masjid modern beratapkan kubah setengah lingkaran.

Masa pemerintahan H. Syamsi Ridwan (1988-1993) membangun menara tambahan pada sisi utara masjid. Pada masa pemerintahan Bupati Tamrin Hariadi (1993-1998) dilakukan peresmian nama Masjid Agung Lumajang yang pada masa sebelumnya dikenal sebagai Masjid Jami’. Setelah itu pada tahun 2002-2003 dilakukan renovasi besar- besaran oleh Bupati Fauzi. Renovasi dilakukan dengan perubahan tampilan depan masjid dan penambahan dua menara setinggi 30 meter di sebelah selatan masjid. Juga terjadi perubahan nama dari Masjid Agung Lumajang menjadi Masjid Agung KH. Anas Mahfudz.

Baca Juga:  Usamah bin Zaid Pemuda Cerdas dan Pemberani
Warisan Laskar Diponegoro, Inilah Sejarah Singkat Masjid Agung KH. Anas Mahfudz Lumajang
Tampak Masjid Agung KH. Anas Mahfudz Lumajang dari Alun-alun Lumajang

Penamaan Masjid Agung ini diambil dari nama ulama yang berpengaruh di Lumajang yaitu K.H Anas Mahfudz. Beliau merupakan tokoh pendiri NU di Lumajang juga perintis didirikannya Masjid Agung sekaligus perawat masjid setelah didirikannya Masjid oleh Laskar Diponegoro. Penerus KH Anas Mahfudz sampai saat ini masih menjadi pengurus (Takmir) dari masjid ini.

Baca Juga:  Petugas Satgas NU peduli Covid-19 Lumajang Jalani Rapid Test

Ketakmiran masjid secara beruntun dimulai sejak Kyai Anas Machfudz sampai tahun 1980. Kemudian Kyai Maimun dan Kyai Said. Lalu diganti KH Sahlan sampai 1996. Dilanjutkan Kyai Eksan Anwar sampai 2007. Dan Kyai Amak Fadoli (mertuanya) sampai 2012. Baru kemudian, saat ini diteruskan oleh Kyai Abdul Kafi bin KH. Anas Mahfudz yang menjadi ketua takmir Masjid yang menjadi icon Kabupaten Lumajang ini.

 

 

 

 

Disampaikan oleh: KH. Abdul Kafi, SH putra KH. Anas Mahfudz pada Ahad (21/6/2020) dalam sambutan beliau kepada Tim LTM NU Lumajang saat berkunjung ke Masjid Agung KH. Anas Mahfudz.