Wujudkan Ketahanan Pangan, LPBI-NU Lumajang Jelaskan Cara Budidaya Tanaman Pisang

oleh -dibaca 140 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Guna mewujudkan “Desa Tangguh” melalui ketahanan pangan, Lembaga Penanggulan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Lumajang jelaskan cara budi daya tanaman pohon pisang pada acara study banding LPBI NU Bangil pada Minggu (21/6) di MWC NU Randuagung.

Musthofa Kamal selaku petani pisang yang juga anggota LPBI NU Lumajang bertindak sebagai narasumber untuk menjelaskan budidaya tanaman pisang secara terperinci.

“Secara teoritis mungkin saya tidak begitu ahli, tapi saya bisa menjelaskan berdasar pengalaman saya pribadi sebagai petani pisang,” jelasnya.

Wujudkan Ketahanan Pangan, LPBI-NU Lumajang Jelaskan Cara Budidaya Tanaman Pisang
Kamal selaku Narasumber sekaligus petani Pisang menjelaskan tentang Budidaya tanaman pisang dihadapan LPBI NU Bangil

“Saya akan menjelaskan secara singkat bagaimana memulai bertani pisang dari persiapan, masa tanam hingga panen,” jelasnya.

Menurut uraian pria yang juga aktif dalam kegiatan lingkungan bersama Laskar Hijau Lumajang bahwa budidaya pisang memiliki prospek yang bagus untuk jangka panjang.

Menanam pohon pisang sebenarnya sangat mudah, tapi sebelumnya harus difahami faktor iklim dan geologis yang cocok untuk budidaya tanaman pisang.

Pohon pisang dapat tumbuh di ketinggian minimal 20 Mdpl dan maksimal 800 Mdpl, sedangkan untuk ketinggian paling stabil berada di antara 400 – 800 Mdpl dengan suhu 23 – 36 derajad celcius.

Untuk awal, sebaiknya tanamlah tanaman pisang yang tahan dari virus seperti pisang jenis cavendish (ambon), nongko rojo dan kirana.

Baca Juga:  Wakil Ketua PCNU Lumajang : Tujuan Akhir Mencari Ilmu Adalah Mendekatkan Diri Kepada Allah

Berikutnya adalah penyiapan lahan. Jarak tanam antar pohon pisang minimal 3 x 3 Meter dan galian harus di sterilisasi menggunakan dolomit, diamkan kurang lebih 5 hari kemudian taruh pupuk kompos secukupnya.

Pada waktu proses tanam, bagian akar bibit harus dibersihkan sampai halus dan bersih kemudian padatkan tanah timbunan dengan cara diinjak kuat.

“Penyakit dari tanaman Pisang ini adalah virus yang biasa disebut dengan Fusarium, dan jika sudah terserang maka tidak ada obatnya. Salah satu upayanya adalah menjaga agar virus tidak sampai menyerang,” terang Kamal.

“Untuk meminimalisir datangnya virus adalah dengan membersihkan sekitar pohon pisang dari tanaman pengganggu, termasuk mensterilkan peralatan pertanian yang digunakan seperti celurit, cangkul dari karat, karena itu merupakan salah satu faktor penyebabnya,” jelasnya.

Ciri-ciri pisang yang terserang virus Fusarium adalah daunnya menjadi kuning dan ada pula jenis virus darah yang menyebabkan daunnya kuning sebagian kemudian menjadi merah.

Biasanya yang dilakukan jika sudah terserang virus lakukan pendongkelan pada pohon yang terserang agar tidak menular ke yang lain dan bisa juga dengan menggores batang pohon dengan pisau yang sudah dilumuri minyak tanah sebelumnya.

Baca Juga:  LPBI NU Sinergi dengan DPR RI Komisi VIII Jaga Alam Lumajang

“Beberapa waktu lalu, saya membiarkan pohon pisang untuk ditebang pedagang, karena kurang hati-hati sekitar 40 pohon tanam pisang saya jadi terserang virus akibat cara menebang sembarangan”, tuturnya.

Gunakan pupuk organik pada waktu pemupukan pertama yang dilakukan jika umur pohon pisang sudah umur 3 bulan dan pemupukan kedua dilakukan 2 bulan berikutnya.

Pada bulan ke 6 pohon pisang sudah tumbuh maksimal dan mulai mengeluarkan bonggol yang sudah dapat dipanen pada bulan ke 8.

Agar buah maksimal dan baik, saat bonggol sudah keluar maka sebaiknya tutuplah dengan kantong agar tidak didatangi hewan pengganggu.

“Untuk anakan berikutnya, pilihlahlah anakan yang paling bagus dan yang paling dengan dekat indukannya,” ujar Kamal menjelaskan secara detail dihadapan anggota LPBI bangil.

“Biasanya anakan kita ambil tiga saja, sehingga satu bulan setengah berikutnya kita bisa memanen lagi,” lanjutnya.

“Buah yang bagus memiliki tinggi 1,5 meter dari tanah ke ujung buah, bahkan kemaren milik kami laku terjual seharga 1.250.000 rupiah”. tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta: Fawaid

Editor    : Redaksi