Kepala Dinas Pendidikan Lumajang : Pembelajaran Tatap Muka Hanya di Zona Hijau

oleh -dibaca 2.562 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PC LP Ma’arif NU) Lumajang menginisiasi Diskusi dan Bedah Pedoman Pembelajaran di Masa Pandemi di Ruang Rapat PCNU pada Kamis (18/06/20).

Acara yang disiarkan secara live di Fanspage LTN NU Lumajang itu dihadiri oleh Ketua PCNU Lumajang Gus Moh. Mas’ud, S.Ag., M.A., Ketua PC LP Ma’arif NU Mokh. Yamin S.Pd., M.M., Kasi Pendma Kemenag KH. Dr. Musta’in Billah M.M dan Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Drs. Agus Salim, M.Pd.

“Munculnya pedoman ini berawal dari sebuah evolusi. Pandemi ini sudah berlangsung tiga bulan. Maka Dinkes secara Nasional melihat kemajemukan pandemi di masing-masing daerah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Lumajang.

Baca Juga:  Sambut UNBK, LP Ma'arif NU Kecamatan Yosowilangun Gelar Istighotsah Kubro

Agus Salim melanjutkan, kemajemukan tersebut memunculkan adanya beberapa zona, yakni hijau, kuning, oranye dan lainnya. Hal itu sangat berhubungan dengan keinginan masyarakat untuk bersekolah secara tatap muka kembali.

“Maka dari itu berdasarkan diskusi dan pendapat para pakar pendidikan dan kesehatan muncullah pedoman penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi ini,” paparnya.

Ia menjelaskan, daerah yang diperbolehkan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka hanyalah daerah Zona Hijau. Untuk Zona Merah, Oranye dan Kuning masih belum boleh. Namun Zona Hijau pun harus mengikuti protokol dan dilakukan secara bertahap.

“Pertama, jenjang SMA dan SMK boleh masuk sekolah pada 15 Juli, kemudian jenjang SMP, lalu SD dan selanjutnya TK, dengan catatan daerah tersebut tetap berada pada zona hijau,” tuturnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Anak Sedunia! MA Putri Nurul Masyithah Adakan Pembelajaran Diluar Kelas

Kepala Dinas Pendidikan itu menambahkan, apabila dalam perkembangannya, zona hijau itu meningkat menjadi kuning, maka harus diberlakukan kembali pembelajaran daring.

“Karena Lumajang masih Zona Kuning, maka belum bisa pembelajaran secara tatap muka. Namun, tahun ajaran baru tetap dimulai pada bulan Juli,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Lumajang KH. Dr. Musta’in Billah M.M. mengatakan akan selalu mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

“Sesuai yang dipaparkan oleh Dinas Pendidikan tadi, Lumajang masih Zona Kuning. Maka para guru semuanya harus melek digital dan bersabar, untuk melaksanakan pembelajaran secara daring,” pungkasnya.