Lailatul Ijtima’ MWCNU Yosowilangun Bahas New Normal, BMT NU, Persiapan Idul Adha

oleh -dibaca 68 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDYosowilangun, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Yosowilangun gelar Lailatul Ijtima’ pada Jum’at (19/06/20) di Musholla Pondok Pesantren Raudlatul Atsna Darungan Yosowilangun.

Dalam acara tersebut, Ketua MWC NU Yosowilangun H. Abdul Rohim memberikan sambutan bahwa Lailatul Ijtima’ malam ini sebagai bentuk mengawali kegiatan setelah vakum selama pandemi.

“Meski begitu, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan, kami ingin memberikan cerminan sebagai warga mahdliyyin yang baik untuk selalu mematuhi anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Ketua MWC NU itu juga mengatakan, bahwa kegiatan-kegiatan keorganisasian lain juga akan dimulai dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan sampai pandemi ini berakhir.

“Dalam menghadapi kondisi pandemi ini tentu kita harus berhati-hati termasuk dalam menyambut era New Normal,” ungkap Ketua PCNU Lumajang, Gus Moh. Mas’ud, S.Ag., M.A.

Baca Juga:  New Normal, PC GP Ansor Lumajang Bagikan 1500 Masker di Pasar Krai

Gus Mas’ud menambahkan, bahwa penting untuk mengikuti protokol kesehatan demi keselamatan bersama sebagai bentuk ikhtiyar di masa pandemi ini.

“Perlunya lebih meningkatkan imun, seperti sering berdzikir, membaca Al-Qur’an , istiqomah salat dan berdo’a sama Allah, juga tidak lupa pula makan makanan yang sehat dan bergizi,” tuturnya.

Ketua PCNU memaparkan, berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran anak didik, tetap akan dilalukan daring, hal ini demi keselamatan mereka sebagai satu generasi emas ke depan.

“Sehubungan dengan salat berjama’ah, sebisa mungkin menjaga jarak, jangan sampai dengan pemberlakuan New Normal akan menjadi cluster virus (gugus virus) baru,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua MWC NU Jatiroto: Generasi Sabiq, Lahiq dan Mahiq

Gus Mas’ud mengungkapkan bahwa penting untuk membentuk Upzisnu di tiap ranting, Jpzisnu di musholla dan masjid untuk menyambut Idul Adha, sebagai unit yang mengelola hewan kurban.

“Jika dalam sebuah masyarakat ada seorang Kiai, maka beliau bisa dilegitimasi menjadi Dewan Syar’i Jpzis. Selain itu, dalam masa pandemi ini kami berharap untuk senantiasa berkoordinasi dengan NU dan memanfaatkan Klinik NU untuk kesehatan,” ungkapnya.

Terakhir Ketua PCNU menyinggung soal sosialisasi BMT NU PCNU Lumajang yang sudah berjalan, berjejaring sampai tingkat ranting dan sebagai kantor pusat BMT di PCNU Lumajang, pun sebagai jihad bersama dalam penguatan dan pengembangan ekonomi rakyat.