Siap Hadapi New Normal, Pemerintah Bersama RMI Lumajang Bentuk Tim Pesantren Tangguh

oleh -dibaca 338 orang

 

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Pengurus Cabang Robithoh Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) bersama dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Lumajang bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang pada Sabtu (30/5/2020) di Gedung PKK untuk membahas masalah pesantren dalam menghadapi tatanan kehidupan normal baru (New Normal).

Dari pertemuan tersebut maka terbentuk Tim Pesantren Tangguh yang terdiri dari RMI, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan PD Muhammadiyah.

Ketua PC RMI NU Lumajang Ahmad Dzunnajah M.PD menjelaskan ada beberapa peraturan yang telah diputuskan dalam persiapan menghadapi New Normal dalam pesantren.

Baca Juga:  Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta

“Semua santri yang pulang kepondok harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas dan pulang ke pondok cukup diantar oleh satu atau dua orang saja,” jelas Tokoh yang akrab disapa Gus Dzun tersebut.

Siap Hadapi New Normal, Pemerintah Bersama RMI Lumajang Bentuk Tim Pesantren Tangguh
Ketua PC RMI NU Lumajang Gus Dzunnajah (baju batik) saat mengikuti pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang

Gus Dzun menambahkan selain itu ada beberapa protokol kesehatan yang juga harus diterapkan oleh santri dan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Sesampainya di pondok diadakan cek suhu badan oleh pihak puskesmas di kecamatan masing-masing atau yang terdekat, dan di dalam pondok disediakan tempat cuci tangan dan selalu jaga jarak, memakai masker serta selalu mengikuti protokol kesehatan dan melaksanakan PHBS,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kiai Darwis Berikan Tips Agar Tidak Bosan Saat Dirumah

Lebih lanjut pria yang juga kordinator Penyuluh Agama Islam Lumajang tersebut berharap pesantren di Lumajang dapat terbantu dengan adanya Tim Pesantren Tangguh ini.

“Mengenai penerapan jaga jarak akan dibahas lebih lanjut dalam tiga hari kedepan oleh tim, kami berharap dengan ini pemerintah bisa meringankan beban pesantren terkait kebutuhan pondok dalam rangka melaksanakan New Normal di lingkungan pesantren,” pungkasnya.