JPZISNU Masjid Miftahul Huda Himpun Satu Ton Lebih Beras Zakat Fitrah

oleh -dibaca 72 orang

 

NU-LUMAJANG.OR.ID, Pasrujambe. Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (JPZISNU) Masjid Miftahul Huda Dusun Gencono Desa Jambekumbu Kecamatan Pasrujambe berhasil menghimpun 1.70 Ton beras zakat fitrah dari warga setempat pada Rabu (20/5/2020).

Ketua JPZISNU Masjid Miftahul Huda Aris Susanto, S.Pd menjelaskan sosialisasi zakat yang dilakukan timnya disambut baik oleh warga sehingga hampir seluruhnya terhimpun.

JPZISNU Masjid Miftahul Huda Himpun Satu Ton Lebih Beras Zakat Fitrah
Beras Zakat fitrah saat ditimbang untuk dikemas

“Memang warga dusun gencono adalah warga yang terkenal taat, patuh pada himbauan, Salat Jum’at pun bertahun tahun menjadi satu lokasi dan mengenai zakat sudah disosialisasikan dulu sejak kami himbau membentuk JPZISNU, dan berhasil 99 % terkumpul zakat fitrah satu dusun,” jelas lelaki yang biasa dipanggil Aris tersebut.

Baca Juga:  Peduli Sesama, NU Care UPZISNU Bedayutalang Bantu Warga Kesusahan
JPZISNU Masjid Miftahul Huda Himpun Satu Ton Lebih Beras Zakat Fitrah
Paket berasa 10 kg siap didistribusikan kepada para Mustahiq

Aris menambahkan selain beras timnya juga sukses mengumpulkan uang hasil penjualan beras Zakat kepada warga.

“Dari 852 Warga yang Zakat Fitrah Kami juga memperoleh zakat dalam bentuk pembelian beras berupa uang sebanyak 11.449.000, dan Alhamdulillah semuanya sudah didistribusikan kepada 107 mustahiq, masing masing mendapat 10 kilo beras dan uang 107.000 Rupiah,” imbuhnya.

Baca Juga:  LAZISNU Pandansari Bersama BMT NU Lumajang Salurkan Tabungan Pendidikan Pada Puluhan Anak Yatim
JPZISNU Masjid Miftahul Huda Himpun Satu Ton Lebih Beras Zakat Fitrah
Tim JPZISNU Masjid Miftahul Huda Gencono saat distribusikan paket beras dan uang tunai

Lebih lanjut ia mengungkapkan di Dusun Gencono sudah menjadi tradisi setiap tanggal 27 Ramadlan membagikan zakat warga.

“Di Gencono rutin pembagian zakat dilaksanakan setiap 27 Ramadlan dan diumumkan di waktu Jum’at an, kalau di dusun lain biasanya menunggu sampai malam hari raya,” pungkasnya.