Gus A’ak: Corona Turun Untuk Perbaikan Alam

oleh -dibaca 152 orang

 

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Program Spesial Ramadlan Ngaji Online Bareng Kiai yang diadakan Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdaltul Ulama (LTN NU) Lumajang di pertemuan ke-22 pada Jum’at (15/5/2020) mengangkat tema Lingkungan Hidup Dalam Pandangan Islam.

Dimoderatori oleh M. Syahwal Ali acara ngaji tersebut dinarasumberi langsung oleh Ketua Laskar Hijau Gusdurian Lumajang Gus A’ak Abdullah Al-Kudus.

Gus A’ak menjelaskan bahwa hikmah adanya Virus Corona ternyata membantu memperbaiki kerusakan-kerusakan alam yang terjadi.

Gus A'ak: Corona Turun Untuk Perbaikan Alam
Gus Aak saat menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

“Dengan berhentinya aktifitas manusia selama hampir dua bulan ternyata memberikan kesempatan alam memperbaiki diri, atmosfer yang bocor mulai tertutup, karena mungkin bayangkan berapa juta kantor yang menggunakan AC yang tutup, berapa pesawat yang berhenti terbang, sehingga pencemaran di udara berkurang sangat drastis akhirnya bumi atau alam umumnya mengalami penormalan,” jelas Gus A’ak.

Baca Juga:  Banyak Main Game Saat Puasa Bisa Menjadikan Rugi

Gus A’ak menambahkan terjadinya wabah yang berasal dari hewan ini akibat ulah manusia sendiri yang banyak merusak kelestarian lingkungan.

“60% penyakit infeksi itu merupakan penyakit zoonosis istilah penyakit yang berasal dari hewan khususnya satwa liar, kenapa kemudian satwa liar menjadi penyebabnya pertama karena penyakit itu muncul akibat aktivitas-aktivitas yang dilakukan manusia terhadap alam, misalkan perambahan hutan, kemudian menyebabkan terjadinya perubahan ekosistem di hutan,” imbuh Gus A’ak.

Lebih lanjut Gus A’ak mengungkapkan dengan rusaknya tatanan atau ekosistem hutan maka menyebabkan hewan-hewan pembawa penyakit menjadi semakin banyak karena hewan pemburunya semakin berkurang.

Baca Juga:  LFNU Lumajang Ikuti Kaderisasi Ulama Hisab Rukyat

“Akibat berkurangnya habitat satwa liar kemudian predator seperti Serigala, Rubah, Elang itu berkurang drastis kemudian populasi tikus menjadi meningkat yang kemudian menjadi penyebab terjadinya penyakit,” tutur Gus A’ak.

Oleh karena itu Gus A’ak berpesan setelah perbaikan alam dengan adanya Virus Corona ini jangan lagi ada perusakan lingkungan kembali.

“Apa yang kita alami sekarang yang melanda bumi ini adalah karena ulah kita, kita lalai, kita suka merusak, kedepan ayat-ayat tentang pelestarian lingkungan selayaknya menjadi pelajaran utama juga di pesantren-pesantren tidak hanya menjadi bacaan sekilas saja, setelah perbaikan ini tolonglah kita jangan rusak lagi, kita jaga alam ini dengan bijaksana,” pungkasnyaa.