Kenali, Inilah Waktu-waktu yang Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadlan

oleh -dibaca 46 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Pengurus Cabang LDNU Lumajang, Kiai Arif Hasbulloh Huda menyampaikan tausiyah “Waktu-waktu Mustajab di Bulan Ramdlan” pada Program Spesial Ramadlan Ngaji Online oleh LTN NU Lumajang di pertemuan ke-19, pada Selasa (12/05/20).

Ia menyampaikan, dalam berdoa, hati seseorang harus ikhlas, tidak tergesa-gesa, tidak meminta perkara yang haram, dan ia adalah orang mukmin.

“Rasulullah SAW bersabda, ada sesuatu yang tidak bisa ditembus antara langit dan bumi, kecuali dengan shalawat, maka dalam setiap doa harus disertakan dengan shalawat agar sampai ke langit,” tuturnya.

Ia pun melanjutkan, jika tidak menyertakan shalawat dalam doa, maka doa akan kembali dan tidak dapat menembus hijab.

“Waktu mustajab yang pertama adalah di waktu sahur, waktu malam hari, karena pada saat itu Allah menurunkan rahmat, barangsiapa yang meminta akan Allah beri, dan yang memohon ampunan akan Allah ampuni,” ungkapnya.

Ia memaparkan, Rasulullah SAW bersabda, seandainya umattku tahu akan keagungan dan keutamaan bulan Ramadlan, tentu mereka berharap agar satu tahun penuh dijadikan bulan Ramadlan, karena kebaikan terkumpul pada bulan Ramadlan.

“Ketaatan diterima di sisi Allah SWT, doa-doa dikabulkan, dosa-dosa terampuni, dan surga merindukan mereka,” lanjutnya.

Baca Juga:  Inilah Tiga Pondasi Penting Membentuk Karakter Muslim Yang Baik

Ia menjelaskan, pada bulan Ramadlan, doa yang dikabulkan yang kedua adalah doa orang-orang yang berpuasa, tetapi bukan sembarang puasa, yaitu puasanya orang-orang yang meninggalkan maksiat.

“Rasulullah SAW bersabda, ada tiga golongan orang yang tidak tertolak doanya, antara lain doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka,” tuturnya.

Ia pun menerangkan, puasa yang benar adalah ketika seseorang menjaga pandangannya, menjauhi ghibah, menjauhi pembicaraan yang dusta, menghindari adu domba, tidak sumpah palsu.

“Yang ketiga, doa yang dikabulkan adalah di waktu berbuka puasa, sesuai sabda Rasulullah SAW bahwa doa orang yang berbuka puasa itu tidak ditolak,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, doa mustajabah lainnya adalah di waktu tengah malam, karena seperti hadits yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa rahmat Allah selalu turun pada malam hari.

“Waktu mustajab selanjutnya ialah pada malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW beesabda bahwa ketika beribadah di malam Lailatul Qadar pahalanya sama dengan beribadah seribu bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Rasulullah memberi pertunjuk bahwa malam Lailatul Qadar biasa terjadi pada malam-malam ganjil di bulan Ramadlan.

“Imam Al-Ghazali memberikan cara untuk mendapatkan bulan Ramadlan, dilihat dari awal bulan Ramadlan, jika bulan Ramadlan diawali dengan hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada 29 Ramadlan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kiai Darwis Berikan Tips Agar Tidak Bosan Saat Dirumah

Ia melanjutkan, jika awal Ramadlan pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada 21 Ramadlan. Jika Ramadlan diawali dengan hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada 27 Ramadlan.

“Jika awal Ramadlan pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar diprediksi jatuh pada 25 Ramadlan, jika awal Ramadlan hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada 23 Ramadlan,” tuturnya.

Kemudian ia menerangkan, doa mustajab lainnya adalah ketika sesudah adzan, yaitu diantara adzan dan iqomah. Lalu, doa yang mustajab juga di waktu Jumat, seperti sbada Rasulullah bahwa hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (Tuannya Hari).

“Doa mustajab selanjutnya adalah ketika di sujud terakhir dalam salat, berdoanya dengan bahasa Arab, apabila tidak berbahasa Arab, disarankan berdoa dalam hati, agar salatnya tidak batal,” ungkapnya.

Terakhir ia menyampaikan, doa mustajab lainnya adalah di hari Rabu. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah yang berdoa mulai hari Senin hingga Selasa tidak dikabulkan, sedangkan di hari Rabu doanya dikabulkan.