Gus Fazlul : Update Hubungan Kita dengan Quran dengan Takholli, Tahalli, dan Tajalli

oleh -dibaca 81 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Dewan Pengasuh Ponpes Nurut Tauhid Wonorejo, Dr. KH. Fazlul Rahman, Lc., MA. Hum. menyampaikan tausiyah “Rekontektualisasi Nuzulul Quran” pada Program Spesial Ramadlan Ngaji Online oleh LTN NU Lumajang di pertemuan ke-17, pada Ahad (10/05/20).

Pengasuh Ponpes Nurut Tauhid tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud rekonstektualisasi adalah memperbarui hubungan kita dengan Al-Quran.

“Jadi di sini kita memakai konsep para tasawuf, yaitu takholli, tahalli dan tajalli,” tuturnya.

Ia melanjutkan, takholli adalah proses mengosongkan jiwa. Maka dalam konteks ini adalah kita telah siap memperbarui hubungan dengan Al-Quran dengan cara mengosongkan diri.

“Maka yang pertama harus dilakukan adalah berazam dan berniat untuk memulai hubungan baru dengan Al-Quran, yaitu dengan memohon taubat kepada Allah karena mungkin selama ini kita jauh dari Al-Quran,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ketua PCNU Lumajang : Ikhlas Sebagai Dasar Puasa, Sabar Sebagai Penguatnya

Ia pun menjelaskan tahap yang kedua yaitu tahalli, tahalli berarti mengisi. Artinya, setelah kita mengosongkam diri, kita harus mengisi hubungan yang baru dengan Al-Quran, dengan hal-hal yang lebih bermakna.

“Untuk mengisi, pertama kita harus meyakini bahwa Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia yang berisi keterangan-keterangan tentang yang hak dan yang bathil, serta meyakini bahwa Al-Quran benar-benar kalamullah” paparnya.

Ia melanjutkan, setelah yakin dan percaya, fase yang kedua adalah mengenal Al-Quran dengan cara mempelajarinya, membaca dan memahami maksud-maksud yang terkandung dalam ayat Al-Quran.

“Fase yang ketiga adalah kita harus menjadikan Al-Quran sebagian dari hidup kita, menjadikannya gaya hidup kita,” terangnya.

Ia menambahkan, seorang peneliti di Barat mengatakan bahwa untuk membentuk kebiasaan baru, seseorang butuh waktu 21 hari, sedangkan untuk membentuk budaya baru, butuh waktu 90 hari.

Baca Juga:  Gelar Musker, LTN NU Akan Terus Perkuat Kerjasamanya Dengan Lembaga Lain

“Maka dalam konteks hubungan dengan Al-Quran, coba dalam 21 hari kita tidak pernah absen membaca dan memahami Al-Quran, dan untuk membentuk gaya hidup yang baru, maka coba 90 hari tidak absen untuk membaca Al-Quran,” imbuhnya.

Ia menjelaskan konsep yang ketiga, yakni tajalli, konsep ini adalah bagaiman Allah menunjukkan rahasia-rahasia di balik ayat-ayat Al-Quran.

“Untuk mengetahui rahasia-rahasia Allah tentu tidak mudah, maka kiya harus melewat dua konsep sebelumnya untuk benar-benar bisa memahami Al-Quran,” paparnya.

Terakhir ia mengimbau untuk meng-update (memperbarui) hubungan dengan Al-Quran secara terus menerus, untuk membentuk gaya hidup yang Qurani.