Ketua PCNU Lumajang Berikan Penghormatan Terakhir untuk KH. Moh. Sanemo

oleh -dibaca 281 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDJatiroto, Ketua PCNU Lumajang memberikan penghormatan terakhir kepada KH. Moh. Sanemo di kediamannya, Kampung Persil Nyeoran, Desa Kaliboto Lor, pada Kamis (07/05/20).

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Lumajang, Gus Mas’ud menyampaikan bahwa kepulangan KH. Moh. Sanemo bukan hanya duka bagi masyarakat sekitar Kampung Persil Nyeoran, akan tetapi duka untuk semua.

“Karena Almarhum adalah sosok guru dan tauladan yang telah memberikan seluruh tenaga, jiwa raga dan kekayaannya untuk berjuang di jalan Allah SWT, berjuang dalam mensyiarkan Islam Ahlu Sunnah wal Jama’ah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, Almarhum meninggal dalam bulan yang terbaik, di mana atas perintah Allah, para Malaikat masih menahan diri untuk tidak melakukan eksekusi apapun di alam barzah karena menghormati bulan Ramadlan.

Baca Juga:  Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Satgas NU Jatiroto Semprot Disinfekatan

“Mudah-mudahan sebab washilah amal perbuatan Almarhum, beliau mendapat perlindungan Allah SWT, dibebaskan dari semua adzab kubur, diberikan ketenangan dan kemuliaan di sisi Allah,” tuturnya.

Ia berharap, dengan barokah Almarhum yang selalu berjuang untuk Nahdlatul Ulama (NU), semoga beliau dikumpulkan dengan para Muassis NU dan bertemu dengan Rasulullah SAW.

“Kami sebenarnya jarang keluar rumah, namun kali ini kami sempatkan untuk memberikan penghormatan terakhir, karena bagi kami Almarhum adalah sosok tokoh yang patut diteladani,” terangnya.

Ketua PCNU juga menyatakan bahwa pada bulan Ramadlan kali ini juga banyak para Ulama yang Allah SWT panggil untuk kembali ke haribaan-Nya.

Baca Juga:  Bersama Kiai NU Se-Jatim, PCNU Lumajang Ikuti Acara Silaturahmi Polda Jatim

“Maka kami berharap, semoga semua Ulama yang telah Allah panggil di bulan ini, bisa berkumpul semua dalam Jannah-Nya,” imbuhnya.

Ia berpesan kepada sanak keluarga yang ditinggalkan untuk meneruskan perjuangan Almarhum yang selalu istiqomah di NU.

“Semoga seluruh sanak keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, agar bisa melanjutkan estafet perjuangan beliau di NU,” tuturnya.

Kemudian Ketua PCNU mengajak seluruh pentakziah untuk menyatakan bersaksi bahwa Almarhum adalah orang Islam dan Mukmin yang baik.

“Semoga persaksian panjenengan semua dicatat oleh Malaikat dan dijadikan bukti kepada Allah SWT, bahwa Almarhum meninggal dengan husnul khotimah,” pungkasnya.