Begini Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadlan

oleh -dibaca 48 orang

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Wakil Ketua PCNU Lumajang, Ustadz Zainul Musthofa menyampaikan tausiyah “Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadlan” pada Program Spesial Ramadlan Ngaji Online oleh LTN NU Lumajang di pertemuan ke-13 pada Rabu (06/05/20).

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya, bersedekah itu sangat utama di manapun dan kapanpun. Tetapi sangat utama lagi apabila kita bisa melaksanakannya di bulan suci Ramadlan.

“Maka tidak sedikit yang pernah dikatakan oleh para Ulama dan telah dirawikan oleh para Perawi Hadits, Rasulullah SAW itu sangat dermawan, dan ketika memasuki bulan Ramadlan, beliau lebih dermawan lagi,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sikap Rasulullah SAW harus menjadi contoh bagi kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bersedekah, terutama pada saat pandemi seperti saat ini.

“Sahabat Anas RA. bertanya kepada Rasulullah, sedekah mana yang paling utama Ya Rasulullah? Rasulullah menjawab, bersedekah di Bulan Ramadlan,” jelasnya.

Wakil Ketua PCNU itu juga memaparkan bahwa salah satu keutamaan sedekah yang disampaikan Rasulullah SAW adalah ‘sedekah itu menolak balak (marabahaya)’. Terutama di masa pandemi, memperbanyak sedekah bisa menghindarkan kita dari virus tersebut.

Baca Juga:  Disaksikan Ibunya, Yesika Ikrarkan Dua Kalimat Syahadat Atas Kemauan Sendiri

“Kemudian juga disebutkan dalam sebuah Hadits bahwa, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, artinya adalah orang yang bersedekah memiliki tempat yang utama,” tuturnya.

Ia pun menambahkan, keutamaan lainnya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ialah sedekah bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan kita selayaknya air memadamkan api.

“Terutama di bulan Ramadlan, bersedekah diiringi dengan ketulusan hati dan pertaubatan, akan menuntun kita menuju bulan yang suci, yakni ‘Idul Fitri,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Rasulullan juga menyampaikan bahwa sedekah itu adalah bukti keimanan seseorang. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa puasa tujuannya adalah menjadikan manusia bertaqwa.

“Ciri-ciri seseorang bertaqwa adalah yang menafkahkan hartanya, baik dalam kondisi lapang maupun kondisi sempit,” terangnya.

Ia memaparkan juga bahwa bersedekah akan membuat seseorang menolak kematian dengan cara yang tidak baik. Orang yang bersedekah banyak sekali cobaannya. Karena setan itu sangat tidak senang kepada seseorang yang bersedekah.

Baca Juga:  Ternyata, Puasa Berimpilkasi Meningkatkan Kesejahteraan Seorang Muslim

“Setan akan menggodanya, agar kehilangan pahala sedekah, seseorang yang bersedekah bisa menjadi riya’, ada keinginan untuk dilihat orang yang menjadikannya bangga dengan sedekahnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, atau bisa jadi seseorang tersebut suka mengungkit-ngungkit sedekahnya. Tidak peduli berapa lamanya, dua atau lima tahun yang akan datang, setan akan selalu berusaha menghilangkan pahala orang bersedekah.

“Seseorang tidak akan mencapai derajat kebaikan selama ia belum menafkahkan apa yang ia cintai. Maka sedekahkanlah sesuatu yang kita cintai, semisal makanan favorit kita, jangan bersedekah dengan sesuatu yang tidak kita sukai,” tuturnya.

Terakhir ia menyampaikan, bersedekah tidak harus menunggu kaya, justru kita menjemput kekayaan dengan bersedekah. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah tidak mengurangi harta, justru menambah.