Deteksi Dini Corona, Klinik NU Akan Adakan Rapid Tes Untuk Masyarakat

oleh -dibaca 105 orang
Deteksi Dini Corona, Klinik NU Akan Adakan Rapid Tes Untuk Masyarakat

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono. Klinik kesehatan Nahdlatul Ulama (NU) yang terletak di jalan Musi 9 Sumberejo kecamatan Sukodono Lumajang akan membuka layanan Rapid tes dalam dua Minggu kedepan untuk masyarakat sebagai langkah deteksi dini terjangkitnya seseorang akan virus Corona.

Kordinator Satgas NU peduli Covid-19 sekaligus ketua Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Lumajang Wendra Wijaya, S.Kp., EMT-P., M.H. menjelaskan saat diwawancarai pada Sabtu (4/4/2020) bahwa Rapid tes ini dilaksanakan menunggu peralatannya datang.

“Iya, dalam dua Minggu kedepan ini Rapid tes akan kami laksanakan, masih menunggu alat yang sudah kami pesankan,” jelas Wendra.

Wendra menambahkan bahwa Rapid tes ini penting dilakukan mengingat terbatasnya peralatan pemerintah sendiri, sedangkan banyak sekali masyarakat yang ingin di tes karena khawatir.

Baca Juga:  LKNU Berikan Pelatihan Santri Husada di Ponpes Miftahul Ulum Banyuputih

“Masyarakat banyak yang minta, banyak yang khawatir, pemerintah sendiri alatnya terbatas, jadi penting dilakukan Rapid tes disini untuk masyarakat yang ingin mandiri tes Covid-19 dalam rangka juga membantu pemerintah dalam mendeteksi awal kondisi seseorang secara cepat,” imbuhnya.

Wendra juga menuturkan bahwa Rapid tes ini nanti juga berkordinasi dengan dinas kesehatan Lumajang untuk pendampingan dan siapa saja boleh melaksanakan Rapid tes.

“Kita Kordinasi dengan dinas kesehatan dan nanti juga ada petugas dari sana yang mendampingi, dan siapapun boleh nanti Rapid tes disini kecuali PDP, karena kalau PDP nanti ranahnya RSUD yang tes dengan tes Swab,” tuturnya.

Baca Juga:  Cek Kesiapan Diresmikan, Dinas Kesehatan Kunjungi Klinik NU

Lebih lanjut Wendra menjelaskan secara panjang lebar bahwa hasil Rapid tes bukanlah akhir dari tes Corona karena Rapid tes hanya sebagai deteksi awal saja.

“Rapid tes ini bisa true (benar) bisa fals (salah) tergantung tubuh seseorang yang dites, karena tes ini menunggu tujuh hari disaat seseorang itu terpapar sehingga terbentuk imunogoblin,  imunogoblin inilah yang dicek melalui darah, dan positif tidaknya ya tetap lebih akuratnya memakai tes Swab atau PCR, namun ini deteksi awal saja supaya masyarakat tidak khawatir dan bisa mengetahui lebih awal terpapar tidaknya, untuk berikutnya jika dirasa positif maka akan dilakukan tes ulang yaitu tes Swab atau PCR tadi,” pungkasnya.