Masjid Agung Renggangkan Shof Shalat Jamaah Antisipasi Corona

oleh -dibaca 362 orang
Masjid Agung Renggangkan Shof shalat Jamaah Antisipasi Corona

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Pengurus Masjid Agung KH. Anas Mahfudz Lumajang mulai mengatur shof Jama’ah solat dengan jarak sekitar satu meter sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona pada Senin (23/3/2020).

Kiai Nur Khotib selaku pengurus masjid Agung menjelaskan, langkah merenggangkan Shof ini selain sesuai intruksi maklumat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat juga untuk menghindari potensi kosongnya masjid sebab virus Corona ini.

“Dari sisi hukum sudah jelas baik melaui maklumat PBNU atau fatwa MUI, kemudian disisi lain karena banyak seruan harus dirumah, shalat di rumah, bekerja di rumah dan sebagainya maka ada kecenderungan nanti kedepan masjid akan kosong,” jelas Kiai Khotib.

Baca Juga:  Banser Lumajang Turut Serta dalam Pendistribusian Beras Ngeramut Tonggo

Oleh sebab itu menurut Kiai Khotib yang juga ketua Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama ( PC LTMNU) ini, pengurus Masjid Agung berusaha agar bagaimana jemaah tetap solat di masjid dengan tetap mengantisipasi penyebaran virus Corona dengan cara diatas.

“Maka pengurus Masjid Agung berikhtiar bagaimana orang untuk tetap datang ke masjid namun dengan tetap menjaga penyebaran virus Corona itu, yang kemudian sebisanya tidak salaman sementara dan menyediakan sabun di tempat persucian, dan disini juga sudah melakukan penyemprotan termasuk menghimbau jemaah membawa sajadah sendiri,” imbuhnya.Masjid Agung Renggangkan Shof shalat Jamaah Antisipasi Corona

Baca Juga:  Peringati Isra' Mi'raj, LTN-LTM NU Gelar Pelatihan Website Masjid

Lebih lanjut Kiai Khotib juga menuturkan antisipasi sangatlah penting dilakukan dengan tetap menyadarkan masyarakat
agar tetap tenang.

“Maka antisipasi ini perlu kita lakukan dengan tetap menyadarkan masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang, kemudian kita juga mematuhi seruan pemerintah agar jangan sampai korban terus berjatuhan, ini sama seperti kata Sayyidina Umar yang mengatakan lari dari takdir namun menuju takdir Allah yang lain, semoga Lumajang tidak sampai demikian (pandemi),” pungkasnya.