Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta

oleh -dibaca 103 orang
Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta

NU-LUMAJANG.OR.ID, Jakarta. Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Lumajang divisi pengembangan metode Tartila mengikuti Training Of Trainer (TOT) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) JQH NU Jakarta pada Jum’at hingga Ahad (13-15/3/2020) di lantai 6 hotel IIN Syahida Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ketua Tim Tarila Lumajang, Widhi Susanto menuturkan, acara TOT Nasional ini diadakan untuk memperdalam metode Tartila dengan penanaman ideologi Aswaja NU.

“TOT ini adalah untuk mengenalkan dan memperdalam metode Tartila bagi para trainer se-Indonesia sebagai metode baca Qur’an yg betul-betul lahir dari NU, tentunya disamping menyampaikan cara membaca Qur’an ke anak-anak yang mengasikkan juga dibekali dengan kecintaan kepada Aswaja NU,” jelas Widhi.

Baca Juga:  Menyegerakan Zakat Sangat diharapkan Saat Masa Pandemi Corona

Widhi menambahkan bahwa acara tersebut digelar dengan empat gelombang acara.

“Konsep acara TOT ini dilaksanakan dengan empat gelombang, pertama pemantapan diri sebagai Ahlul Qur’an oleh Rois Aam PP JQH NU pusat KH. Ahsin Sakho Muhammad, kedua selayang pandang sejarah Tartila dan tata cara KBM Tartila oleh Sekjen Tartila Pusat KH. muhyiddin, ketiga memperdalam Makhorijul Huruf dan cara membaca Al-Qur’an yang bagus oleh Tutor Tartila nasional KH. A. Fatoni Dimyati. Lc, empat adalah tashih bacaan dan pendalaman tajwid oleh KH. Dzul Hilmi Ghozali yang juga tutor nasional Tartila,” ungkap Widhi.

Baca Juga:  LTM Himbau Masjid Tetap Mengadakan Jumaatan dengan Beberapa Kebijakan
Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta
Tim Tartila Lumajang saat bersama pakar Ilmu Al-Qur’an terkemuka Indonesia sekaligus Rais Amm PP JQHNU Jakarta Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafidz

Widhi berharap acara TOT ini dapat menjadi wasilah semakin berkembangnya Tartila di Lumajang .

“Kami berharap dengan turut serta acara ini, tentunya sebagai orang NU dapat lebih mencintai dan terus mengembangkan metode metode keilmuan yg betul-betul lahir dari rahim NU khususnya di Lumajang,” pungkasnya.